Berita Viral

Tabiat Asli Guru Honorer Dipecat via WhatsApp Viral, Seolah Teraniaya Ternyata Bolos 4 Bulan Pemalas

Tabiat asli guru honorer dipecat via WhatsApp viral, seolah teraniaya ternyata bolos 4 bulan, pemalas.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
TribunMedan.com/Canva.com|ilustrasi
Ilustrasi murid (kiri), Verawati (kanan) guru honorer dipecat via WhatsApp viral, seolah teraniaya ternyata bolos 4 bulan pemalas. 

"Bulan sembilan saya wisuda sarjana, saya harap keputusan itu ditarik, karena saya juga sudah mengabdi 18 tahun di sekolah ini," kata Verawati.

Tabiat Verawati

Kepala SD Inpres Kalo Desa Pai, Jahara Jainudin membenarkan dirinya mengirim surat pemberitahuan pemecatan kepada Verawati melalui pesan WhatsApp.

Cara itu diambil karena Verawati saat kala itu tidak masuk sekolah.

Sementara menyangkut keputusan pemecatan, lanjut Jahara, merupakan hasil rapat koordinasi bersama Dikbudpora Kabupaten Bima.

Dalam pertemuan itu diputuskan Verawati harus dipindah ke UPT Dikpora Wera sebagai operator karena ijazah tak memenuhi syarat sebagai seorang guru.

"Memang itu tindak lanjut dari hasil rapat dengan Dikbudpora. Saya kirim pesan karena tidak ada satupun guru di sekolah," kata Jahara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/1/2024).

Terkait keberatan yang dilayangkan Verawati, Jahara sebagai kelapala sekolah tak mau menggubris sama sekali. 

Baca juga: Viral Emak-emak Bonceng Motor Bertujuh di Jalan Raya, Begini Nasibnya Usai Diamankan Polisi

Artikel Kompas.com 'Penjelasan Kepala Sekolah di Bima soal Guru Honorer Dipecat via WA'.

Baca juga: Detik-detik Mahfud MD Ogah Jawab Pertanyaan Gibran saat Debat Cawapres Tadi Malam

Jahara mengatakan, Verawati memang sudah belasan tahun mengabdi di SD Inpres Kalo Desa Pai, namun yang bersangkutan pernah absen selama satu tahun lebih.

Selama menjadi guru pendamping untuk Kelas IV, Verawati dikenal malas sebab sibuk mengurus rumah tangga dan bertani.

"Kenapa saya berani katakan itu, saya pegang absen juga, saya kepala sekolah," tegas Jahara, Minggu (21/1/2024), melansir dari Kompas.com.

Tahun 2023 saja, ungkap Jahara setelah menerima gaji pada Agustus, Verawati langsung meninggalkan kewajibannya mengajar di sekolah selama empat bulan.
 
Verawati baru kembali mengajar beberapa hari lalu sebelum mendapat pemberitahuan dikeluarkan dari sekolah via WhatsApp.

Bahkan menurut Jahara, Verawati masuk saat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) cair. 

"Baru masuk ketika ada pencarian dana BOS saja" kata Jahara.

"Setelah itu malas lagi, dia lebih mementingkan kepentingan di rumah bertani daripada harus masuk mengajar," jelas Jahara.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved