Sabtu, 18 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Beras SPHP Langka di Pasar Tradisional Kota Malang, Harga Beras Merangkak Naik

Dalam kondisi kelangkaan beras, sejumlah pedagang mulai digoda oleh sejumlah kader partai politik agar mau menjual beras dengan harga murah ke mereka.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Giyanti, pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo mengatakan tidak pernah mendapatkan kiriman beras SPHP belakangan ini. Ia pernah meminta langsung ke Kantor Bulog Cabang Malang, namun belum bisa mendapatkannya.  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak dapat ditemui di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang.

Pedagang belakangan mendapat stok beras  dengan kapasitas 50 Kg, sedangkan beras SPHP berbentuk dalam kemasan 5 Kg.

Sejumlah pedagang mengira, kelangkaan ini terjadi karena dampak dari viralnya pemberitaan kemasan beras SPHP yang ditempeli wajah pasangan Capres-Cawapres.

Dalam kondisi kelangkaan, sejumlah pedagang mulai digoda oleh sejumlah kader partai politik agar mau menjual beras dengan harga murah ke mereka.

Supriyono, pedagang di Pasar Bunul mengungkapkan, ia sudah tidak menerima lagi beras SPHP.

Ia hanya menjelaskan hanya menerima pasokan beras dari Bulog sebanyak 500 Kg atau 10 karung, setiap karung isi 50 Kg. 

Selanjutnya, beras itu dijual secara eceran atau kiloan.

Harga beras Bulog itu pun dijual melampaui harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketentuan beras medium semestinya yakni Rp10.900 per kg.

"Harga kulakan beras Bulog Rp 11.000 per Kg, saya jual Rp 12.000 per Kg," katanya, Selasa (30/1/2024).

Ia mengungkapkan harga beras berbagai merek merangkak naik secara beruntun dalam sepekan terakhir.

Kenaikannya mulai Rp 100 hingga Rp 200 per Kg sampai akhirnya menyentuh kenaikan hingga Rp 700 per Kg.

Harga beras medium paling murah di Pasar Bunul, yakni beras merek Tugu Rp 72.000 per kemasan 5 Kg.

Adapun beras merek Lahap dan Mentari Rp 75.000 per Kg. Sedangkan beras premium merek sedap wangi dijual Rp 77.000 per 5 Kg.

Pemicu kenaikan harga beras diperkirakan karena tingginya permintaan dari partai politik sejak untuk kepentingan kampanye Pemilu.

Imbasnya, pedagang kecil tidak kebagian beras sehingga mengakibatkan harga mengalami kenaikan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved