Berita Malang Hari Ini

SMKN 5 Kota Malang Buka PPDB Lebih Awal, Pendaftaran Tahap Pertama sampai 2 Februari

SMKN 5 Kota Malang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) offline lebih awal untuk tiga jurusan kriya

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) offline di SMKN 5 Kota Malang, Rabu (31/1). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - SMKN 5 Kota Malang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) offline lebih awal untuk tiga jurusan kriya, yaitu Kriya Kreatif Kayu, Kriya Kreatif Keramik, dan Kriya Kreatif Tekstil. Tahap pertama PPDB offline buka sampai 2 Februari.

Siswa SMPN 26 Kota Malang, Syahputra mendaftar ke SMKN 5, Rabu (31/1). Syahputra mengaku mencari sendiri informasi pendaftaran di SMKN 5.

"Saya ingin mendaftar di Jurusan Kriya Kayu. Tapi berkas saya masih kurang," kata Syahputra kepada SURYAMALANG.COM.

Wakil Kepala Kesiswaan (Wakasis) SMKN 5 Kota Malang, Afif Subhan mengatakan dasar pembukaan PPDB offline adalah petunjuk teknis (juknis) PPDB 2023.

Ada sekolah khusus yang bisa membuka PPDB lebih awal, yaitu SMKN 5 Malang untuk tiga jurusan kriya, SMA Negeri Olah Raga (SMANOR) Sidoarjo, dan SMKN 12 Surabaya.

"Kami kan sekolah basis seni, maka ada perlakukan khusus untuk Jurusan Kriya Kreatif Kayu, Kriya Kreatif Keramik, dan Kriya Kreatif Tekstil. Peminat tiga jurusan itu memang menurun sejak 4 tahun terakhir," papar Afif.

SMKN 5 sempat mengirim surat permohonan pembukaan PPDB lebih awal ke Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah Malang pada 27 Desember. Disdik Jatim pun mengizinkan SMKN 5 membuka PPDB lebih awal.

"Juknis sebelumnya kan sudah muncul. Selama juknis itu tidak ada perubahan, regulasinya akan berlanjut sampai masuk PPDB tahun ini," paparnya.

Di Malang Raya, Jurusan Kriya Kreatif Kayu, Kriya Kreatif Keramik, dan Kriya Kreatif Tekstil hanya ada di SMKN 5. Untuk di Jatim, Jurusan Kriya Kreatif Keramik hanya ada di SMKN 5 Kota Malang. Sedangkan Jurusan Kriya Kreatif Tekstil ada di empat SMKN di Jatim.

Afif menyebutkan PPDB offline sangat membantu dalam menjaring calon siswa baru. "Jika mengandalkan PPDB online, mungkin kami hanya mendapat separuh dari daya tampung," imbuhnya.

SMKN 5 memperkenalkan diri ke SMP dan MTs pada tahun lalu agar siswa mengenal program keahlian kriya, kemudian tertarik mendaftar di PPDB.

"Bahkan kami sempat demo juga. Jurusan Kriya Tekstil itu tidak hanya membatik, tapi juga mendesain, merajut, dan membuat kerajinan. Begitu juga Kriya Kreatif Kayu yang tidak hanya membuat furniture, tapi juga latihan mengukir, dan sebagainya," terangnya.

SMKN 5 akan menerima pendaftar selama kuota belum terpenuhi, serta pendaftar lulus tes kesehatan dan bakat minat. SMKN 5 menggelar tes bakat dan minat karena terkait dengan desain.

"Desain juga harus tahu warna. Pendaftar juga harus tes bebas narkoba, tidak bertindik, dan tidak bertato," ujarnya.

SMKN 5 menyiapkan daya tampung sebanyak 226 siswa untuk tiga jurusan tersebut. Setiap jurusan akan membuka dua kelas dengan kuota 36 siswa per kelas.

Sampai saat ini SMKN 5 sudah menerima pendaftaran sebanyak 31 orang. Dari tiga jurusan itu, pendaftar Jurusan Kriya Kayu dan Jurusan Kriya Keramik masing-masing 15 orang, dan Jurusan Kriya Tekstil baru menerima satu pendaftar.

"Kami belum tahu update pendaftar per Rabu (31/1)," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved