Senin, 18 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

David Tri Setyo Wicaksono dari Universitas Ma Chung Bangun Start Up Pengelolaan Sampah

Mahasiswa prodi Teknik Informatika Universitas Ma Chung, David Tri Setyo Wicaksono memenangkan kompetisi Ideation Startup Fest.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
umc
Mahasiswa prodi Teknik Informatika Universitas Ma Chung, David Tri Setyo Wicaksono memenangkan kompetisi Ideation Startup Fest yang diselenggarakan oleh Tujubelasan Malang bersama dua rekannya dari mahasiswa Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang.  

SURYAMALANG.COM-MALANG - Mahasiswa program studi Teknik Informatika Universitas Ma Chung Malang bernama David Tri Setyo Wicaksono memenangkan kompetisi Ideation Startup Fest oleh Tujubelasan Malang beberapa waktu lalu.

Kompetisi Ideation Startup Fest ini merupakan kompetisi bagi startup di berbagai bidang seperti agrikultur dan manufaktur. Dimana harus menghasilkan produk atau jasa inovatif yang memberikan solusi terhadap permasalahan lokal. 


David mengembangkan usaha rintisannya bersama dua kawannya dari Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang bernama Ecomatriks. Hasilnya adalah inovasi e-bin untuk mengatasi permasalahan tentang lingkungan khususnya terkait dengan pengelolaan sampah.


“Kami membuat sebuah tempat sampah yang namanya e-bin, yaitu tempat sampah berbasis IOT (Internet of Things)," jelas David, Jumat (2/2/2024). Dikatakan, tempat sampah ini bisa mengukur volume sampah yang dibuang. Sehingga tidak perlu setiap hari bolak-balik untuk mengeceknya. "Hanya jika tempat sampah telah penuh maka akan ada notifikasi melalui WhatsApp dan kita bisa langsung mengambilnya. Kemudian kita akan memilah dan mengolahnya kembali,” papae cowok ini.


Proyek e-bin termasuk baru. Sebab digarap David dkk mulai September 2023. Dengan mengedepankan misi sustainability dalam pengelolaan sampah dan limbah minyak jelantah, tim Ecomatriks berhasil menyediakan 3 macam produk/layanan, yakni e-bin, jasa drop-off dan pickup, dan workshop. Selain menampung sampah plastik recycle dan residu, start up ini menerima minyak jelantah. 


"Namun untuk saat ini minyak jelantah bisa disetorkan melalui tim Ecomatriks melalui drop-off dan pickup,” ungkap David. Untuk mewujudkan e-bin, ia menyebut ada tantangan-tantangan. Tapi hal itu dipandang sebagai motivasi agar mampu menghasilkan produk yang lebih unggul dan melampaui pesaingnya. 


David dan timnya memiliki motivasi yang kuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah, sehingga melalui produk yang mereka hasilkan ini harapannya dapat membantu mengurangi permasalahan mengenai sampah. Produk e-bin sudah ada yang beli sebanyak tiga unit dari sebuah rumah sakit.


Wawan Eko Yulianto SS MA PhD, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Ma Chung  mengapresiasi prestasinya. “Prestasi David dan timnya ini merupakan contoh ideal bagaimana anak muda bisa memberi sumbangan di masyarakat. Dia membidik salah satu persoalan terbesar abad ini, yaitu sampah, dan mengerahkan teknologi yang dia kuasai untuk berkontribusi mengatasinya," kata Wawan. 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved