Berita Probolinggo Hari Ini

Cewek Prancis Suka Nebeng Umbar Kisah Buruk dengan Pria Penolong di Gunung Bromo

Camille Gabriele, gadis 25 tahun asal Prancis, bikin heboh media sosial saat mengumbar pengalaman buruknya dengan pria di kawasan Gunung Bromo.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Yuli A
web
ILUSTRASI - Solo hitchhike. 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Camille Gabriele, gadis 25 tahun asal Prancis, bikin heboh media sosial saat mengumbar pengalaman buruknya dengan pria di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo.

Melalui unggahan video di Instagram, Camille mengakui hampir dilecehkan seorang pria tatkala sedang kemping di kawasan Gunung Bromo

Pada deskripsi, dia menyebut dirinya sebagai solo hitchhike atau pelancong sendirian yang mengandalkan tumpangan gratis alias nebeng. 

Sesampainya di kawasan Gunung Bromo, dia berencana untuk kemping. Dalam perjalanan, datang seorang pria mengendarai motor menawarkan tumpangan. 

Dia pun diantar ke lokasi kemping tanpa bayaran. 

Camille juga berkeluh belum makan sehingga si pria membelikan makanan ringan dan mengantarkannya kembali ke tenda. 

Si pria disebutkan ingin berbincang dan lama-lama meminta ciuman selama satu menit.

Karena mendapat perlakuan tak mengenakkan, turis wanita bergegas berkemas dan meninggalkan tempat kemping. 

Di tengah perjalanan dia ditolong warga dan membawanya ke tempat penginapan. Kejadian yang dialami turis wanita itu lantas dilaporkan warga ke pihak desa. 

Kepala Desa (Kades) Ngadisari, Sunaryono membenarkan kejadian tersebut. 

Menurut dia, peristiwa itu terjadi di Bukit Seruni Poin, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura

Tak lama usai kejadian, pihaknya langsung melakukan mediasi antara turis wanita dengan pria yang diduga mencoba melakukan pelecehan di kantor desa. 

Pria tersebut diketahui merupakan tukang ojek. 

"Kami langsung melakukan mediasi. Bahkan, saat mediasi kami menggunakan jasa penerjemah agar komunikasi menjadi efektif," katanya, Selasa (13/2/2024). 

Hasil mediasi, lanjut Sunaryono, turis wanita memutuskan tidak memperpanjang masalah dan menuntut apapun. 

Turit wanita dan si pria juga saling memaafkan. 

"Turis wanita menyadari jika pria itu tidak menyentuhnya sehingga saling memaafkan. Masalah sudah selesai," katanya. 

Bukan hanya itu, si pria juga sudah mendapat pembinaan oleh petugas setempat. 

Pria itu menyesal dan tak ingin mengulangi perbuatannya. 

"Yang bersangkutan sudah dilakukan pembinaan fisik dan mental," ucapnya. 

Sunaryono berpesan kepada wisatawan, masyarakat, dan pelaku jasa wisata untuk selalu waspada terhadap orang yang tak dikenal. 

"Padahal masalah sudah tuntas. Saya heran dengan adanya video yang viral itu. Kejadiannya juga sudah lama, yakni 5 Januari 2024," tutupnya. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo, Bambang Heriwahjudi, memohon maaf terhadap wisatawan wanita asal Prancis itu.

"Kejadian itu sangat diselali. Kami berharap kejadian itu tak kembali terulang," katanya, Selasa (13/2/2024). 

Heri menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 5 Januari 2024.

Kala itu, turis wanita itu hendak kemping di kawasan Gunung Bromo

Saat di perjalanan, dia mendapat tumpangan dari pria tukang ojek. 

Pria itu mengantarkan turis wanita ke Bukit Seruni Poin. 

Turis wanita lantas memasang tenda. Di sanalah turis itu hampir dilecehkan pria tukang ojek yang mengantarnya. 

"Belum sempat dilecehkan namun ada upaya. Meski begitu tentu jadi suatu hal yang tak menyenangkan bagi turis wanita," ujarnya. 

Upaya yang dimaksud adalah upaya verbal. Dalam keterangan unggahan di instagram turis wanita, pria itu meminta cium selama satu menit. 

Pria dan turis wanita sudah dimediasi oleh pihak Desa Ngadisari tak lama setelah kejadian. Keduanya saling memaafkan. Turis wanita sepakat tak memperpanjang masalah. 

"Pria itu juga sudah mendapat pembinaan," ucapnya. 

Dia menyebut, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan menyangkut pelayanan dan fasilitas.

Untuk menuntaskannya, Pemkab butuh peran seluruh pihak. 

Sementara, upaya yang telah dilakukan Pemkab, yakni memperbaiki dan memperlebar akses menuju Gunung Bromo

"Dengan upaya itu kami berharap angka kunjungan meningkat. PR terkait Pelayanan dan fasilitas juga bisa terselesaikan," ujarnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved