Minggu, 19 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Bersama Co dan YMSI Komitmen Cetak Pelajar Berpikiran Pengusaha, Beri Beasiswa 3 Pelajar Malang

Bersama Co mendukung Yayasan Mahar Schutzenberger Indonesia (YMSI) di Kota Malang untuk membantu pelajar di Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Komunitas bisnis di bidang finansial bernama Bersama Business Community (Bersama Co) mendukung Yayasan Mahar Schutzenberger Indonesia (YMSI) di Kota Malang untuk membantu pelajar di Malang. Tandatangan MoU dilakukan Minggu (11/3/2024) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Komunitas bisnis di bidang finansial bernama Bersama Business Community (Bersama Co) mendukung Yayasan Mahar Schutzenberger Indonesia (YMSI) di Kota Malang untuk membantu pelajar di Malang.

Dukungan itu disepakati dalam penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) pada Minggu (10/3/2024).

Robert Muda Hartawan yang mendirikan Bersama Co dengan istrinya Raden Roro Saridewi Magdalena menilai YMSI memiliki komitmen tinggi untuk mengubah nasib seseorang melalui pendidikan.

Hal itulah yang mendorong mereka datang ke Kota Malang untuk bekerjasama. 

"Kami mengetahui YMSI adalah bagian dari Association Franco- Indonésienne pour le développement des Sciences Perancis, yang didirikan oleh almarhum Marcel-Paul Schutzenberger.

"Ia dikenal dengan kontribusinya di bidang matematika, biologi dan lainnya dan dikenal sebagai salah satu ilmuwan terbesar abad 21," ujar Robert.

Bersama Co mengajak anak-anak muda membuka pikiran untuk berbisnis.

Mereka berusaha menciptakan pengusaha muda di Indonesia

Mereka menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak warganya menjadi pengusaha agar bisa menjadi negara maju.

Robert menyatakan, saat ini persentase penduduk Indonesia yang tercatat sebagai pelaku usaha baru mencapai 3 persen.

Idealnya, untuk menjadi negara maju, 13 persen penduduknya adalah pelaku usaha.

"Di Indonesia baru 3 persen. Jadi jauh sekali. Kalau di hitung penduduk Indonesia 270 juta, sedangkan angkatan kerjanya katakanlah setengahnya yaitu 135 juta, kita butuh tambahan 10 persen lagi pengusaha, itu sekitar 13,5 jutaan. Nah itu bukan angka yang kecil," ujar Robert.

Sejauh ini, sistem pendidikan di Indonesia didesain orang lulus mendapatkan pekerjaan.

Bagi Robert, pola pikir seperti itu harus diubah agar tercipta anak-anak muda sebagai pengusaha.

Dalam kerjasama itu, ada dua program beasiswa ada 2 yaitu Mahar Aide Financiere Scolaire (beasiswa sewaktu/non reguler) dan Mahar Bourse D'etudes (beasiswa pendidikan reguler).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved