Penelantaran Pasien Kritis di Malang

DPRD Kota Malang Akan Laporkan RS Hermina Terkait Kasus Meninggalnya Wahyu Widianto

Anggota DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi menyatakan akan melaporkan perlakuan buruk RS Hermina terhadap warga yang membutuhkan bantuan medis

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Dok. Relawan EsTeh Anget Malang
Kondisi Wahyu Widianto saat dievakuasi dari atas Bentor untuk dibawa menggunakan ambulans setelah didiamkan tanpa informasi apapun di depan ruang IGD RS Hermina, Senin ( 12/3/2024) malam. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - DPRD Kota Malang memberi perhatian pada kasus meninggalnya warga atas nama Wahyu Widianto (62) yang diduga 'ditelantarkan' di IGD Rumah sakit ketika kondisinya kritis.

Anggota DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi menyatakan akan melaporkan perlakuan buruk RS Hermina terhadap warga yang membutuhkan bantuan medis ke Dinas Kesehatan Kota Malang.

Baca juga: Kisah Tragis Wahyu Widianto, Warga Malang Meninggal Dunia, Didiamkan di IGD RS Hermina Saat Kritis

Ia menyatakan hal itu setelah menemui pihak RS Hermina pada Selasa (12/3/2024) pagi.

Arif yang juga tetangga almarhum datang ke RS Hermina untuk mendengarkan langsung perihal kronologi penanganan medis dari pihak RS Hermina.

Dari pertemuan itu, pihak RS Hermina menyatakan telah mencoba memberikan upaya penanganan medis.

Pihak RS juga mengaku telah menyediakan kasur perawatan.

Fatalnya, pihak RS Hermina tidak memberitahukan hal itu kepada pihak keluarga yang berada di luar IGD.

Mendengar penjelasan itu, Arif melihat ada hal yang aneh.

Bagi Arif, tidak masuk akal ketika ada upaya penanganan tapi pihak keluarga tidak diberitahu apapun.

" Kalau keluarga dibertahu untuk menunggu, pasti menunggu. Ini tidak diberitahu sama sekali. Kan aneh," tegasnya.

Pihak RS Hermina juga membenarkan bahwa kamar perawatan penuh.

Menurut Arif, alasan seperti itu tidak bisa diterima karena keselamatan nyawa lebih utama daripada harus memprioritaskan mengurus administrasi.

Arif menyayangkan keteledoran yang dilakukan pihak RS Hermina terhadap warganya.

"Ada keteledoran setelah kami bicara. Mereka mengaku menyiapkan tempat tidur, tapi tidak diberitahukan kepada keluarga pasien sehingga kondisi pasien terlantar. Itu yang membuat kacau. Seharusnya diinformasikan kepada keluarga untuk menunggu," terang Arif.

Arif menyarankan agar pihak RS Hermina memperbaiki pelayanan mengingat kebijakan tentang kesehatan adalah prioritas negara, selain pendidikan.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved