Penelantaran Pasien Kritis di Malang

Ini Pernyataan Pihak RS Hermina Terkait Kasus  Meninggalnya Wahyu Widianto, Sebut IGD Penuh

Pihak RS Hermina mengatakan, pernyataan atau statement dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa Wahyu Widianto tidak ditangani itu kurang tepat.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Kondisi bagian luar dari ruang IGD RS Hermina Malang, Selasa (12/3/2024). 

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis dialami Wahyu Widianto (62), warga Jalan Bareng Tenes 4A, No 636, Kota Malang.

Ia meninggal dunia setelah tidak mendapatkan perawatan medis di RS Hermina, Senin (11/3/2024) malam.

Wahyu dilarikan ke RS Hermina dengan menggunakan becak montor (bentor) karena kondisi darurat.

RS Hermina dipilih karena dekat dengan rumah. Hanya butuh waktu 3 menit dari rumah.

Tiba di IGD RS Hermina, ada seorang tenaga kesehatan yang memeriksa kondisi mata Wahyu.

Saat itu, Wahyu masih berada di pangkuan Romadhoni di atas Bentor.

Setelah diperiksa matanya, pihak keluarga tidak diberitahu apapun oleh tenaga medis.

Pihak keluarga mencoba minta tolong agar ada penanganan terhadap Wahyu. Namun upaya yang dilakukan hanya sia-sia.

Pihak RS Hermina ngotot tidak mau menangani karena alasan kamar perawatan sudah penuh

Di saat yang sama, tiba-tiba ada ambulans dari komunitas relawan yang mengantar pasien. 

Relawan yang melihat kondisi Wahyu sudah tidak berdaya segera memberikan bantuan dengan mengukur kadar saturasi oksigen dan memasang tabung oksigen.

Tapi Setibanya di IGD RSSA, Wahyu dinyatakan sudah meninggal dunia.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved