Penelantaran Pasien Kritis di Malang
Ini Pernyataan Pihak RS Hermina Terkait Kasus Meninggalnya Wahyu Widianto, Sebut IGD Penuh
Pihak RS Hermina mengatakan, pernyataan atau statement dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa Wahyu Widianto tidak ditangani itu kurang tepat.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pihak Rumah Sakit (RS) Hermina Malang angkat bicara, terkait kasus kematian Wahyu Widianto (62) yang diduga karena 'ditelantarkan' pihak rumah sakit saat kondisinya kritis.
Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih mengatakan, bahwa pernyataan atau statement dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa Wahyu Widianto tidak ditangani itu kurang tepat.
Baca juga: Kisah Tragis Wahyu Widianto, Warga Malang Meninggal Dunia, Didiamkan di IGD RS Hermina Saat Kritis
Menurutnya, dokter jaga yang berada di IGD, telah melakukan pemeriksaan kondisi Wahyu Widianto.
"Saat datang ke sini (datang ke IGD RS Hermina Malang), kondisinya sudah kritis. Dan dokter kami saat itu, langsung melakukan pemeriksaan,"
"Dan memang, saat itu dokter kami sedang memakai baju snelli (jas dokter)," jelas Yuli kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Selasa (12/3/2024).
Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter jaga IGD RS Hermina adalah memeriksa pupil mata dan bagian nafas.
"Memang kondisinya (Wahyu Widianto) perlu penanganan dengan segera. Bagian pupil mata diperiksa dan dari pemeriksaan nafasnya tidak stabil. Termasuk, saturasinya (saturasi oksigen) berada di angka 77 persen," terangnya.
Namun, pihaknya mengakui membutuhkan waktu untuk menangani Wahyu Widianto. Dikarenakan, kondisi di IGD RS Hermina Malang dalam kondisi penuh.
"Kami sudah menangani, namun kondisi di IGD saat itu penuh dan ada beberapa pasien yang harus duduk. Sehingga, kami harus berkoordinasi untuk melakukan penambahan bed, dari rawat inap yang harus kami turunkan ke IGD,"
"Kemudian agar tidak terjadi salah informasi, pihak keluarga diajak masuk untuk melihat kondisi di IGD," bebernya.
Yuli juga mengakui jika saat itu Wahyu yang dalam kondisi kritis akhirnya mendapat bantuan dari relawan.
Karena membutuhkan penanganan waktu lama, sementara kondisi Wahyu Widianto kritis dan membutuhkan penanganan segera, sehingga ia dibawa oleh mobil ambulans relawan Es Teh Anget menuju RS Saiful Anwar.
Sebagai informasi, mobil ambulans relawan Es Teh Anget itu secara kebetulan datang ke RS Hermina Malang, usai mengantarkan pasien kecelakaan.
Namun, takdir berkata lain. Kondisi Wahyu Widianto makin kritis. Dan sesampainya di RSSA, ia dinyatakan telah meninggal dunia.
"Saat itu, tim ambulans kami masih menyiapkan segala sesuatunya. Sehingga, kami mengucapkan terima kasih kepada tim relawan Es Teh Anget yang telah membantu kami dari sisi kemanusiaan. Artinya, sama-sama menolong dengan upaya yang kami bisa," pungkas Yuli.
Baca juga: DPRD Kota Malang Akan Laporkan RS Hermina Terkait Kasus Meninggalnya Wahyu Widianto
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis dialami Wahyu Widianto (62), warga Jalan Bareng Tenes 4A, No 636, Kota Malang.
Ia meninggal dunia setelah tidak mendapatkan perawatan medis di RS Hermina, Senin (11/3/2024) malam.
Wahyu dilarikan ke RS Hermina dengan menggunakan becak montor (bentor) karena kondisi darurat.
RS Hermina dipilih karena dekat dengan rumah. Hanya butuh waktu 3 menit dari rumah.
Tiba di IGD RS Hermina, ada seorang tenaga kesehatan yang memeriksa kondisi mata Wahyu.
Saat itu, Wahyu masih berada di pangkuan Romadhoni di atas Bentor.
Setelah diperiksa matanya, pihak keluarga tidak diberitahu apapun oleh tenaga medis.
Pihak keluarga mencoba minta tolong agar ada penanganan terhadap Wahyu. Namun upaya yang dilakukan hanya sia-sia.
Pihak RS Hermina ngotot tidak mau menangani karena alasan kamar perawatan sudah penuh
Di saat yang sama, tiba-tiba ada ambulans dari komunitas relawan yang mengantar pasien.
Relawan yang melihat kondisi Wahyu sudah tidak berdaya segera memberikan bantuan dengan mengukur kadar saturasi oksigen dan memasang tabung oksigen.
Tapi Setibanya di IGD RSSA, Wahyu dinyatakan sudah meninggal dunia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.