Berita Malang Hari Ini

Kisah Tragis Wahyu Widianto, Warga Malang Meninggal Dunia, Didiamkan di IGD RS Hermina Saat Kritis

Wahyu dikabarkan meninggal dunia karena tidak mendapatkan perawatan medis di IGD RS di saat kondisinya kritis pada Senin (11/3/2024) malam.

|
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Eliya Widyana Putri (26), anak kedua almarhum Wahyu Widianto menunjukan foto mendiang yang tersimpan di ponsel pintarnya. Eliya mengaku sakit hati terhadap RS Hermina karena mengabaikan kondisi ayahnya yang kritispada Senin (11/3/2024) malam 

Saat itu ada enam orang anggota keluarga yang mengantarkan Wahyu.

Harapan keluarga agar Wahyu diperiksa dan ditangani segera justru bertepuk sebelah tangan.

Pihak RS Hermina disebut menolak kehadiran Wahyu dengan alasan kamar sudah penuh. 

"Saat itu hanya diperiksa mata ayah saya. Kami tidak ditangani karena katanya kamar sudah penuh," ujar Romadhoni saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon dari rumah duka, karena saat itu Romadhoni sedang di luar rumah, Selasa (12/3/2024).

Baca juga: DPRD Kota Malang Akan Laporkan RS Hermina Terkait Kasus Meninggalnya Wahyu Widianto

Eliya Widyana Putri (26), anak kedua almarhum Wahyu menambahkan, sejak awal kedatangan ayahnya ke RS Hermina, ada waktu sekitar 30 menit berlalu tanpa tindakan medis apapun.

Ketika tidak ada harapan lagi di RS Hermina, keluarga bersiap memindahkan Wahyu ke RS Saiful Anwar menggunakan Bentor.

Di saat yang sama, tiba-tiba ada ambulans dari komunitas relawan yang mengantar pasien ke RS Hermina.

Pasien itu turun dari mobil ambulans dan masuk ke ruangan IGD.  

Relawan yang melihat kondisi Wahyu sudah tidak berdaya segera memberikan bantuan.

Berdasarkan pengakuan Eliya, seorang relawan membantu mengukur kadar oksigen dan memasang tabung oksigen. 

Lalu mobil ambulans tersebut mengantar Wahyu ke RS Saiful Anwar.

Setelah tiba di UGD RS Saiful Anwar, ada petugas medis datang memeriksa kondisi Wahyu.

"Saat itu tenaga medis bilang kalau ayah sudah meninggal dunia," kenang Eliya.

Mendengar informasi itu, kesedihan Eliya dan keluarga yang lain tak terbendung.

Eliya merasa sakit hati mengingat perlakuan RS Hermina yang tidak membantu apapun terhadap kondisi ayahnya yang kritis.

"Saya sakit hati. Kami hanya ingin mendapatkan pelayanan kesehatan," ungkap Eliya.

Saat itu Jenazah Wahyu masih berada di dalam ambulans.

Pihak keluarga selanjutnya langsung membawa jenazah Wahyu ke rumah duka saat itu juga. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved