Berita Gresik Hari Ini
Diduga Ketakutan Usai Diperiksa Polisi, SA Nekat Minum Sianida, Jasadnya Ditemukan di Sawah
Nasib Sobikhul Alim, seorang anggota komplotan pencurian hingga pembunuhan di Gresik ini begitu menggemparkan.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com, GRESIK - Nasib Sobikhul Alim, seorang anggota komplotan pencurian hingga pembunuhan di Gresik ini begitu menggemparkan.
Sobhikul Alim diketahui meninggal dunia karena bunuh diri.
Jasad Sobhikul Alim kemudian ditemukan di tengah sawah Desa Wotan, Panceng, Gresik beberapa waktu lalu.
Dari hasil autopsi yang dilakukan tim labfor Polda Jatim, tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan dibagian tubuh luar SA.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menjelaskan penyebab korban meninggal dipastikan karena kekurangan oksigen.
"Dari hasil autopsi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban meninggal karena Asfiksia atau masalah sistem pernapasan sehingga mengalami kekurangan oksigen," jelasnya, Selasa.
Dari hasil tes lab yang dilakukan pihak kepolisian, korban mengalami kekurangan oksigen karena mengalami keracunan.
Baca juga: Gara-gara Kebiasaan Kerja, Wanita yang Usianya Masih Muda Ini Malah Terlihat Tua
Hasil Laboratorium Forensik Polda Jatim, Sobikhul telah mengkonsumsi Sianida atau pembasmi hama.
"Ada kandungan sianida di lambung SA. Jadi kemungkinan tersebar dia meminum sianida karena ketakutan terungkap dan ditangkap," tutur Aldhino.
Aldhino menambahkan Sobikhul ditemukan tewas sehari setelah polisi melakukan pemeriksaan.
Sobhikul juga ditemukan masih mengenakan pakaian yang sama saat diperiksa oleh petugas di kantor polisi.
"Kemungkinan kuat, SA ini bunuh diri karena ketakutan setelah di periksa sebagai saksi."
"Ternyata dia adalah satu dari tiga pelaku perampokan di Desa Ima'an Dukun," tambah Aldhino.
Baca juga: Daftar Susunan Pemain Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024, Justin Hubner Nomor Punggung 10
Sobikul yang masih berusia 20 tahun ini terlibat dalam kasus perampokan sadis di agen bank BUMN Gresik Mahfud (42) di Desa Ima'an, Dukun, Gresik.
Sobikhul Alim yang juga tetangga korban berperan dalam perampokan sadis yang menewaskan Wardatun Toyibah (28) itu.
Aldhino mengatakan ada tiga tersangka kasus perampokan sadis itu.
AS alias Asrofin (40) sudah ditangkap. Ahmad Midhol otak pembunuhan sadis berstatus DPO.
"Satu lagi SA. Semuanya warga Desa Ima'an," ujarnya, Selasa (9/4/2024).

Sebelumnya, Sekretaris Desa Wotan, Roihan membenarkan bila ada penemuan mayat di lahan jagung desanya.
Ia menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan warganya bernama Hartono bersama temannya saat hendak ke Dukun melalui Jalan Desa Wotan- Desa Gedangan.
"Ditemukan sekitar pukul 6.00 WIB. Lokasi mayat tidak jauh dari jalan sehingga gampang terlihat orang yang lewat," ujarnya.
Kasus Pembunuhan Agen Bank

Wardatun Toyyibah (28) yang selama ini dikenal sebagai agen bank plat merah itu tewas dengan banyak luka tusuk di tubuhnya .
Sementara sang anak, NZ yang masih berusia 2,5 tahun terluka di kakinya.
Berdasarkan hasil autopsi di RSUD Ibnu Sina terdapat empat luka tusuk di tubuh Wardatun Toyyibah.
"Ada empat luka tusuk, di leher bagian depan dua, di dada satu, dan satu di leher bagian belakang," ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Dari empat luka tusuk tersebut, lanjutnya, yang membuat korban mengalami kematian karena luka tusuk di bagian dada.
"Yang mematikan karena luka tusuk di dada, itu mengenai ulu hati dan menembus ke jantung," tambahnya.
Hasil olah TKP, polisi mengamankan satu bungkus golok yang ditemukan di kasur milik korban.
"Barang bukti yang kita amankan ada sarung golok yang dicurigai milik pelaku yang tertinggal di kamar korban," terangnya.
Pihaknya menduga kuat, perempuan tersebut adalah korban perampokan lantaran terdapat barang yang hilang, seperti uang RP 160 juta dan ponsel korban.
Suami korban, Mahfud (42) mengaku tidak tahu menahu mengenai tragedi yang dialami istrinya.
Padahal, Mahfud berada di satu rumah dengan korban, hanya saja di ruangan berbeda.
Mahfud mengaku saat kejadian dia tidur di ruang tamu. Terpisah dari istri dan anaknya yang tidur di kamar.
Pantauan surya.co.id, kamar tempat istri dan anaknya tidur persis di tembok belakang kursi ruang tamu, tempat dimana Mahfud mengaku tidur.
Mahfud mengaku baru tahu istrinya tewas pukul 05.00 Wib.
Dia meminta bantuan keluarganya untuk mengangkat jasad istrinya, lalu dimandikan dan ditutup jarik.
"Pertama tahu sekitar jam 5 lebih, tak lihat di bawah tempat tidur ada banyak darah. Kemudian saya langsung ke rumah kakak saya. Kakak saya yang pertama mengangkat jenazah istri saya," ujarnya.
Mahfud tidak tahu ciri-ciri pelakunya, darimana pelaku masuk, tidak mendengar suara apapun saat istrinya tewas, atau putrinya terluka.
Dalam benak Mahfud, dia mengira istrinya itu meninggal dunia karena bunuh diri.
"Kan tak kira bunuh diri atau apa, tapi kok ternyata barang saya hilang semua," ungkapnya.
Ia mengaku bahwa atas kejadian tersebut, uang miliknya yang berada di kamar istrinya hilang.
"Kan saya belum tahu ya motifnya apa, ternyata saya lihat loker saya kok hilang semua. Uang senilai hampir 160 juta dan handphone saya hilang," jelasnya.
Ia berasumsi bahwa saat kejadian, istrinya sempat melawan pelaku.
"Kemungkinan juga istri saya tahu dan melawan," imbuhnya
Pasangan Remaja Masuk Toilet Musala Berdua dan Berbuat Asusila Gresik, Digerebek Warga |
![]() |
---|
Polres Gresik Menyita Ratusan Botol Miras yang Disimpan di Dalam Rumah di Menganti |
![]() |
---|
Razia di Sejumlah Kafe di Bungah dan Dukun Gresik, Puluhan Botol Miras Disita Petugas |
![]() |
---|
Kakak-Adik Asal Bangkalan Madura Babak Belur Dihajar Massa di Gresik, Mereka Ketahuan Nyuri Motor |
![]() |
---|
Banjir Rob Rendam Rumah Warga Kecamatan Ujungpangkah Gresik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.