Jumat, 10 April 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Tampang dan Identitas Pencopet di Rumah Khofifah saat Idul Fitri 2024

"Jual ke pasar wonokromo, jual Rp300-400 ribu, tergantung merek HP. Uangnya buat makan," ungkap mantan Kapolsek Sukolilo itu. 

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
luhur pambudi
Inilah sosok pencopet yang beraksi dalam acara 'Open House' Halal Bihalal di rumah mantan Gubernur Jatim, Khofifah, kawasan Jalan Jemursari VIII, Wonocolo, Surabaya, pada hari kedua Idul fitri 2024, Kamis (11/4/2024). Ternyata pencopet itu seorang pria berinisial MJI (50) warga Bronggalan, Tambaksari. Usut punya usut, tersangka merupakan residivis kasus pencurian dan penyalahgunaan narkotika.  

"Jual ke pasar wonokromo, jual Rp300-400 ribu, tergantung merek HP. Uangnya buat makan," ungkap mantan Kapolsek Sukolilo itu. 

SURABAYA - Inilah sosok pencopet yang beraksi dalam acara 'Open House' Halal Bihalal di rumah mantan Gubernur Jatim, Khofifah, kawasan Jalan Jemursari VIII, Wonocolo, Surabaya, pada hari kedua Idul fitri 2024, Kamis (11/4/2024). 

Ternyata pencopet itu seorang pria berinisial MJI (50) warga Bronggalan, Tambaksari. Usut punya usut, tersangka merupakan residivis kasus pencurian dan penyalahgunaan narkotika. 


Kini, ia ditangkap Tim Antibandit Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. 


Sedangkan, ponsel curian Oppo A16 milik korban, dan pakaian yang dipakai tersangka saat beraksi, disita penyidik guna proses penyidikan kasus lebih lanjut. 


Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya Kompol M Sholeh mengatakan, tersangka sejak awal sudah meniatkan diri untuk beraksi mencopet barang berharga milik warga di kerumunan acara halal bihalal tersebut. 


Tersangka menjalankan aksinya saat berada di tengah kerumunan antrean pengunjung atau masyarakat yang hendak bersalaman dalam rangka halal bihalal bersama mantan Gubernur Jatim Khofifah. 


"Pelaku berpura-pura sebagai masyarakat yang akan bersilaturahmi ke ibu Khofifah. Tapi niatnya malah mengambil barang bawaan," ujarnya di Aula Mapolsek Wonocolo Surabaya, Senin (6/5/2024). 


Mengenai adanya keterlibatan tersangka lain yang dimungkinkan menjadi sindikat kasus tersebut. Sholeh mengaku, pihaknya masih mendalami kemungkinan soal itu.  


"Pelaku beraksi sendirian. Cuma masih dalam pengembangan, sampai saat ini, masih dikembangkan jaringan jaringan; Orang-orang yang menggunakan momen halal bihalal, atau seperti di tempat konser atau kerumunan," pungkasnya. 


Sementara itu, Tersangka MJI mengakui, sejak awal dirinya memang berusaha menargetkan kerumunan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut untuk mencuri benda berharga seperti ponsel atau dompet. 


Ia beraksi tampak membawa senjata tajam. Saat beraksi di kediaman Khofifah, ia sengaja berlagak sebagai pengunjung atau masyarakat yang sedang antre untuk bersalaman dengan mantan Gubernur Jatim itu. 


Saat kerumunan masih mengular di area jalanan depan pagar rumah Khofifah. Ia lantas membuka resleting sebuah tas wanita yang mengantri di depannya. 


Memang, ia berhasil merogoh dan mengambil ponsel Oppo A16 tersebut. Tapi, si korban keburu memergokinya, sebelum berhasil kabur. 


Teriakkan korban yang memekik itu, akhirnya menyita perhatian masyarakat yang lain. Ia malah disergap warga dan dihajar sampai babak belur. 

Halaman 1/2
Tags
Surabaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved