Berita Surabaya Hari Ini
Tampang dan Identitas Pencopet di Rumah Khofifah saat Idul Fitri 2024
"Jual ke pasar wonokromo, jual Rp300-400 ribu, tergantung merek HP. Uangnya buat makan," ungkap mantan Kapolsek Sukolilo itu.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
"HP korban disimpan di tas. Saya buka sendiri tas. Saya engga bawa silet. Setelah berhasil saya simpan di tangan. Lalu korban berteriak, saya lempar HP-nya," ujarnya saat diinterogasi Kompol M Sholeh.
Tersangka MJI mengaku baru sekali menjalankan aksinya. Yakni di kediaman mantan Gubernur Jatim Khofifah.
Saat ditanya soal rekam jejak aksi pencopetnya di lain tempat. Ia mendadak menunduk dan geleng-gelengkan kepala.
Soal kemampuannya mencopet. Ia mengaku, selama ini kemampuan tersebut diperolehnya dari belajar bersama temannya.
"Ya diajari teman-teman (belajar). Baru sekali di rumah Khofifah. Ya untuk cari makan. Iya saya tahu ada halal bihalal, karena disiarkan di medsos," terangnya.
Biasanya setelah berhasil mencuri ponsel di suatu tempat. Tersangka MJI langsung menjualnya ke kawasan Pasar Wonokromo Surabaya, pada malam harinya.
Harga yang dipatok untuk penjualan ponsel curian tersebut, bervariasi. Mulai dari Rp300 ribu, Rp400 ribu, hingga satu juta rupiah.
"Jual ke pasar wonokromo, jual Rp300-400 ribu, tergantung merek HP. Uangnya buat makan," ungkap mantan Kapolsek Sukolilo itu.
Disinggung mengenai rekam jejak aksi kejahatannya. Tersangka MJI mengaku pernah ditahan di Mapolda Jatim, atas kasus pencurian, judi togel dan narkotika jenis sabu-sabu, beberapa tahun lalu.
"(Redivis) Pencurian, togel, narkotik, ditahan di Mapolda Jatim," pungkasnya.
Surabaya
| JANGAN KAGET! Jadi Wali Kota/Bupati Butuh Modal 70 Miliar, Jadi Gubernur Butuh Modal 1,7 Triliun |
|
|---|
| Universitas Ciputra Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Transformasi Keuangan Digital |
|
|---|
| Rumah Sakit Baru Pemkot Surabaya RSUD Eka Candrarini Diresmikan, Layanan Unggulan Bagi Ibu dan Anak |
|
|---|
| Pemprov Jatim Distribusikan PLTS ke Sekolah, Ajak Gunakan Green Energy |
|
|---|
| Kesenjangan dan Lemahnya Inovasi Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Jatim, Anggaran 2024 Justru Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pencopet-mantan-Gubernur-Jatim-Khofifah-kawasan-Jalan-Jemursari-VIII.jpg)