Kecelakaan Maut di Coban Trisula Malang

Kronologi dan Penyebab Kecelakaan Fortuner di Jurang Bromo Malang, Diduga Ngebut 4 Orang Terpental

Kronologi dan penyebab kecelakaan Fortuner di jurang Bromo Malang, diduga sopir ngebut hingga 4 orang terpental tak ada tanda-tanda pengereman.

Suryamalang.com/Luluul Isnainiyah/Kompas.com
Kecelakaan Fortuner di jurang Bromo Malang, diduga sopir ngebut hingga 4 orang terpental tak ada tanda-tanda pengereman. 

Sehingga saat terjadi benturan dengan pembatas jalan sopir tidak dapat mengusai kendaraan bahkan diduga Imriti tidak melakukan pengereman. 

Selanjutnya, dengan tidak adanya bekas pengereman, apakah ada indikasi rem blong?

Menurut Adis hal ini perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Sementara itu, proses evakuasi mobil baru dilakukan pada siang hari.

Evakuasi mobil menggunakan alat bantuan kendaraan pengangkut. Proses penarikannya menggunakan tali sling.

“Posisi kendaraan berada di tepi jurang atau di hilir sungai. Untuk posisi kendaraan dari jalur pemukiman warga ini mencapai kurang lebih 80-100 meter,” tukas Adis. 

Kondisi Korban Luka-luka

Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi menjenguk para korban kecelakaan maut Toyota Fortuner di kawasan Coban Trisula yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Soepraoen, Selasa (14/5/2024) siang.

Sanusi tiba di RS Soepraoen sekira pukul 12.00 WIB dan langsung masuk ke ruang observasi serta ruang Nusa Indah, tempat para korban dirawat.

Sanusi lalu menjelaskan kondisi para korban yang luka-luka. 

"Menurut keterangan dokter, secara umum kondisinya normal. Untuk yang patah tulang, nanti dioperasi," ujar Sanusi usai menjenguk korban. 

Baca juga: Kisah Korban Meninggal Kecelakaan Maut Fortuner di Jurang Bromo Malang, Ibu dan kakak Pengantin Baru

Saat disinggung terkait bantuan untuk korban, pihaknya akan segera berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang.

"Nanti kita koordinasikan dengan Dinsos, termasuk untuk korban yang luka-luka. Nanti dilihat kalau punya BPJS, maka akan ditanggung BPJS" kata Sanusi. 

"Apabila tidak punya BPJS, maka nanti Pemkab yang membiayai. Kami punya anggaran untuk membantu masyarakat Kabupaten Malang," beber Sanusi. 

Bupati Malang, Sanusi saat menjenguk korban kecelakaan maut Coban Trisula yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Soepraoen, Selasa (14/5/2024) siang.
Bupati Malang, Sanusi saat menjenguk korban kecelakaan maut Coban Trisula yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Soepraoen, Selasa (14/5/2024) siang. (SURYAMALANG.COM/Lu'lu'ul Isnainiyah)

Sementara itu, dokter spesialis bedah orthopedi RS Soepraoen, dr Mohammad Syarif Sp.OT menjelaskan lebih lanjut terkait kondisi korban.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved