Kecelakaan Maut di Coban Trisula Malang

Fakta-fakta Kecelakaan Mobil Fortuner Masuk Jurang di Malang: Kisah Korban, Bupati Tinjau Lokasi

Inilah rangkuman fakta-fakta kecelakaan mobil Fortuner masuk jurang di Malang pada Senin (13/5/2024) kemarin. 

|
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM
Fakta-fakta Kecelakaan Mobil Fortuner Masuk Jurang di Malang: Kisah Korban, Bupati Tinjau Lokasi 

Memang saat itu, jenazah Sulimah dan Irvani baru saja dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Gondanglegi Wetan.

Suasana ramai tak hanya nampak dari depan rumahnya saja, melainkan, di dalam rumah juga dipadati oleh tetangga dan kerabat yang melayat.

Di sebuah kamar nampak seorang perempuan tengah tergeletak lemas.

Menurut penuturan tetangga, perempuan itu merupakan anak kedua Sulimah, yakni Eli.

Eli nampak didampingi oleh sang suami. Mereka baru satu minggu menikah.

Suhadak, suami Sulimah, hanya bisa menerima kenyataan ketika istri dan anak pertamanya meninggal dunia.

Ia menjelaskan, Sulimah beserta delapan rombongan lainnya ke Lumajang untuk melakukan ngunduh mantu putrinya, Eli.

"Minggu kemarin saya dan rombongan istri ke Lumajang untuk ngunduh mantu anak saya. Saya pulang duluan, karena beda rombongan," kata Suhadak saat ditemui di kediamannya.

Sementara rombongan Sulimah memilih untuk menginap di rumah orang tua Sulimah, yakni di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Rombogan tersebut menaiki mobil Fortuner hitam nopol B 1683 TJG yang dikemudikan oleh Imriti Yasin Ali Rahbini (51).

Imriti saat itu juga mengajak anak perempuannya beserta kedua cucunya. Kemudian, tetangga Sulimah, Tutik juga diajak beserta anaknya. Lalu ada suami dari Irvani atau menantu Sulimah yang turut diajak.

Usai menginap semalam, rombongan tersebut memutuskan kembali ke Malang, pada Senin kemarin, selepas asar.

"Istri saya mampir ke rumah orang tuanya, setelah asar baru pulang," jelasnya.

Suhadak mengaku, ia terakhir kali menghubungi istrinya sore kemarin. Namun, saat ditelpon hanya memanggil dan tak ada jawaban.

"Terus saya telpon Mbak Im (Imriti), yang angkat kok orang laki-laki? Saya tanya, siapa ini? Jawabnya, keluarga? Terus langsung ditutup," cerita pria yang mengenakan baju kotak-kotak itu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved