Polwan Bakar Suami di Mojokerto

Nasib 3 Anak Polwan Bakar Suami Polisi Harus Kehilangan Kasih Sayang Ibu Bapaknya, Ada Bayi Kembar

Terungkap nasib 3 anak polwan bakar suami polisi di Mojokerto yang kini harus kehilangan kasih sayang ibu bapaknya. Satu 2 tahun 2 bayi kembar 4 bulan

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM
Nasib 3 Anak Polwan Bakar Suami Polisi Harus Kehilangan Kasih Sayang Ibu Bapaknya, Ada Bayi Kembar 

SURYAMALANG.COM - Terungkap nasib 3 anak polwan bakar suami polisi di Mojokerto yang kini harus kehilangan kasih sayang ibu bapaknya.

Begini lah nasib tiga anak Briptu RDW (27) setelah sang ibu  Briptu FN (28) menjadi tersangka tewasnya sang ayah. 

Seperti diketahui, Briptu RDW dan Briptu FN memiliki tiga anak berusia balita. 

Anak pertama berusia 2 tahun, anak kedua dan ketiga merupakan bayi kembar yang masih berusia 4 bulan. 

Sebelum nekat membakar Briptu RDW dengan bensin, Briptu FN yang sehari-hari bertugas sebagai polwan di Polres Mojokerto Kota ini sempat menakut-nakuti suaminya itu mamakai anaknya. 

Saat itu Briptu FN baru saja membeli bensin eceran yang dibungkus plastik dan menyimpannya di atas lemari kamar.

Sambil menunggu kepulangan korban, Briptu FN memotret plastik berisi bensin dan mengirimkan foto itu ke korban disertai pesan bernada ancaman.

Isi pesan itu adalah "Apabila tidak pulang semua anak-anaknya akan dibakar”.

Polwan Bakar Suami di Mojokerto
Polwan Bakar Suami di Mojokerto (SURYAMALANG.COM)

Baca juga: Kesetiaan Salina Tak Malu Dampingi Suami jadi Badut, Dulu Dihina Kini Bisa Umroh dan Bangun Rumah

Baca juga: Nominal Gaji Briptu RDW Polisi Dibakar Polwan Istrinya di Mojokerto, Diduga Habis Untuk Judi Online

Setelah itu tersangka meminta seorang saksi yang merupakan asisten rumah tangga (ART) untuk membawa pergi ketiga anaknya keluar rumah.

Usai korban sampai di rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Tersangka memintanya untuk berganti pakaian.

Lalu keduanya pun terlibat adu mulut. Saat itu tersangka memborgol tangan kiri Korban dan dikaitan di tangga lipat di garasi.

Setelah itu korban menyiram tersangka dengan bensin yang telah dibelinya.

Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang di pegang menggunakan tangan kanan sambil berkata 'ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini)', namun korban diam saja.

Diduga api di tisu langsung menyambar tubuh korban. 

Korban yang mengalami luka bakar 90 persen sempat dilarikan ke rumah sakit  aebelum akhirnya memgembuskan nafas terakhir. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved