Jumat, 24 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Petani Kentang di Ngadas Lirik Varietas Granula G2, Bisa Dapatkan Hasil Panen 4 Kali Lipat

Varietas G2 ini ditanam oleh kelompok petani muda di Desa Ngadas bersama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/DTPHP Kabupaten Malang
Tanam perdana kentang granula g2 di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Petani kentang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang kini mulai meminati kentang varietas granula G2.

Pasalnya, dalam sekali panen kentang G2 mampu menghasilkan 30 ton per hektar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulturan dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera mengatakan penamanan kentang ini pertama kali dilakukan pada Februari 2024.

Ia menjelaskan, varietas G2 ini ditanam oleh kelompok petani muda di Desa Ngadas bersama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang yang mendapatkan hibah kompetitif dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Yang ditanam ada dua hektar lahan pertanian. Kemarin (15/6/2024) panen perdana di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas,” kata Avicenna ketika dikonfirmasi, Senin (1/7/2024).

Ia menjelaskan, hasil produksi dari kentang G2 ini kalah jauh dengan kentang yang ditanam sebelumnya. 

Sebab, kentang yang ditanam petani lokal turunannya sudah mencapi G20 hingga G25.

Maka hasil panen rata-rata per hektare hanya mencapai 7 hinga 8 ton. 

Sehingga dengan bibit G2 ini mampu menjadi peluang peningkatan hasil panen kentang yang mencapai 4 kali lipat.

Di sisi lain, kentang yang dihasilkan pun lebih besar dan lebih bagus dari segi  visualnya.

Bahkan untuk serapan pasar untuk kentang ini juga banyak diminati konsumen.

“Marketnya bagus, mereka (petani) tidak pernah nyetok kentang terlalu lama karena serapan pasar bagus. Karena granula ini kentang untuk dikonsumsi sehari-hari dan bukan untuk chip industri. Jadi setiap rumah tangga, warung, industri pasar yang membutuhkan,” jelasnya.

Dengan adanya hal ini, maka dikatakan Avicenna, petani mulai melirik untuk beralih ke bibit granula G2. 

Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten Malang akan menambah luasan tanam kentang granula G2. Ini melihat potensi lahan di Dusun Jarak IJo, Desa Ngadas seluas 350 hektar. 

Selain menambah luasan penanaman, DTPHP Kabupaten Malang kini juga turut mendorong poktan milenial yang sudah melakukan uji coba agar melakukan pembenihan mandiri.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved