Berita Malang Hari Ini
Hari Sungai Nasional Bakal Digelar Selama Tiga Pekan, Libatkan Warga Bantaran Sungai Brantas
Festival Kali Brantas ketiga pada tahun ini dibuat lebih panjang waktunya. Yaitu digelar selama tiga pekan berturut-turut selama Juli 2024.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Festival Kali Brantas ketiga pada tahun ini dibuat lebih panjang waktunya. Yaitu digelar selama tiga pekan berturut-turut selama Juli 2024.
Hari Sungai Nasional jatuh pada 27 Juli. Kegiatan diawali pada Sabtu-Minggu (20-21/7/2024) dengan nama Gugur Gunung Rijik Rijik Kali Brantas #3. Rangkaian itu dilakukan sebelum event utama.
"Kerja bakti rijik rijik kali Brantas ini mengajak semua warga di bantaran kali Brantas untuk peduli menjaga sungai agar bersih dari sampah," papar Ki Demang, penggagas Festival Kali Brantas kepada SURYAMALANG.COM, Senin (22/7/2024).
Karena itu sungai harus bersih tidak ada sampah dan venuenya harus alami.
Menurutnya, ini sebagai cara membangun kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan. Karena itu bantaran sungai harus dijaga dirawat dan bisa kembali berfungsi sebagai ruang publik untuk melakukan aktivitas apapun termasuk berkesenian dan wisata.
Menurut Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, ada 20 kelurahan di Kota Malang yang terlibat. Yaitu Tlogomas, Tunggulwulung, Dinoyo, Jatimulyo, Ketawanggede, Penanggungan, Samaan, Oro Oro Dowo, Klojen, Kauman, Kidul Dalem, Kesatrian, Jodipan, Polehan, Kota Lama, Mergosono, Gadang, Kebonsari, Bumiayu dan Arjowinangun.
Festival Kali Brantas ke 3 kali ini juga diikuti dua desa wisata Kota Batu Desa Sumber Brantas dan desa Pendem. Serta tujuh kampung tematik Kota Malang Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Grabah Penanggungan Kampung Putih Klojen, Kampung Biru Arema Kidul Dalem Kampung Tridi Kesatrian Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Lampion Jodipan.
Sementara itu, Edy Purwanto dari DLH Kota Malang mengapresiasi gerakan kegiatan itu. "Gerakan ini bagus dan diinisiasi warga dan terlibat di tiap titik kampung tematik. Harusnya warga yang lain punya agenda serupa," terang Edy, Pengawas Pasukan Kuning DLH yang selama tiga tahun mendampingi Poksarwis Kota Malang.
Menurut Edy, jika ingin ada kegiatan bersih bersih sungai seperti ini, maka pihak RT RW setempat melalui kelurahan yang mengajukan ke DLH Kota Malang nanti segera ditindak lanjuti.
"Dari sungai Brantas ini kita belajar bahwa titik peradaban, pusat kehidupan, sumber mata pencarian disini berasal," papar Syamsul Arifin Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo.
Sebab keramik dan gerabah Malang juga memanfaatkan Kali Brantas. "Di sini kita harus menunjukan rasa syukur dimana alam telah memberi kita hidup, karenanya kita wajib melestarikan tradisi tradisi masyarakat pinggir kali Brantas," kata dia.
Adapun desa/kelurahan yang di lintasi Kali Brantas di Kota Batu ada 12 antara lain Desa Sumber Brantas, Tulungrejo, Punten, Gunungsari, Sidomulyo, Pandanrejo, Giripurno, Torongrejo, Mojorejo , Pendem serta Kelurahan Sisir dan Temas.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Aktivitas-bersih-sungai-di-kegiatan-Hari-Sungai-Nasional-di-Kota-Malang.jpg)