Senin, 27 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Sherlita AR Kembangkan Melukis ke Media Clay dengan Belajar Otodidak

#MALANG - Sherlita AR, pemilik She Art, membuat pernak pernik lucu dari bahan clay. Ia fokus ke clay hand made sejak awal 2024.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Sherlita AR adalah owner She Art yang membuat pernak pernik lucu dari bahan clay. Ia fokus ke clay hand made sejak awal 2024.  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sherlita AR, pemilik She Art, membuat pernak pernik lucu dari bahan clay. Ia fokus ke clay hand made sejak awal 2024.

"Awalnya dan sampai sekarang, aku pelukis water colour. Untuk mengembangkan medianya, aku bikin clay," jelas Sherlita pada suryamalang.com yang pameran di Matos pekan ini. Ia mengerjakan kerajinan tangan clay secara manual. Ia merasakan perbedaan tantangannya dibanding melukis cat air.


"Aku belajar otodidak. Awalnya kenapa memilih clay karena aku pernah jalan-jalan dan melihat keramik dari tanah liat. Aku cari opsi lain dari tanah liat itu yaitu tidak menggunakan alat pembakar. Akhirnya aku putuskan pakai clay karena pakai suhu ruang saja," kata warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ini.  Kekhasan produknya adalah pernak pernik yang cute terutama dengan karakter kucing seperti untuk gelang, pin dan lainnya.


Karakter kucing dipilih karena ia penyuka kucing. I memiliki banyak kucing. Namun khusus di rukonya hanya ada enam kucing karena lainnya ada yang mengadopsi. Dalam sekali produksi, ia bisa produk clay cetakan bisa sampai 50 sampai 100 biji. "Jadi di produksi itu ada yang cetakan dan manual. Yang manual itu contohnya bikin vas bunga mini," kata dia. Produk manual bisa dibuat 30 an/sehari. 


Sedang masa pengeringannya antara 5-7 hari dengan suhu ruang. Pengeringan produknya tidak terkena langsung sinar matahari karena biasanya justru tidak kering merata. Beda dengan suhu ruang. Sedang jika pengeringan produk pin, bisa kering satu sampai dua hari. Setiap hari ia memproduksi karena produk clay tidak bisa kering cepat. Setelah kering, biasanya ia fokus mengamplas baru dilukis. Pada akhir produksi adalah diberi resin agar mengkilap.


Sejauh ini ia menjual secara offline seperti di CFD atau saat ada event pameran. Ia menjual produknya mulai Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu. Ia menyebut membuat kerajinan dari bahan clay menyenangkan. Sebab banyak menggunakan tangan sehingga seperti relaksasi. Dengan minim alat bantu lainnya, membuat produksi dari bahan clay cukup dengan tangan juga sudah produktif. 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved