Berita Malang Hari Ini
Satpol PP Kelabui Jurnalis yang Berburu Informasi Keberadaan Wahyu Hidayat di Rumah Dinas Wali Kota
Satpol PP Kelabui Jurnalis yang Berburu Informasi Keberadaan Wahyu Hidayat di Rumah Dinas Wali Kota
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Para jurnalis yang datang pun kecewa. Pasalnya, jika petugas sudah mengetahui Wahyu tidak berada di dalam rumah dinas, mengapa para jurnalis masih disuruh menunggu di ruang tunggu dan ruang transit.
Sebelum pergi meninggalkan rumah dinas, para jurnalis mewawancarai Yanto. Pasalnya, Yanto menyatakan ada seorang ajudan di dalam rumah dinas.
Meskipun ada ajudan, namun Yanto menyatakan tidak ada pimpinan di dalam rumah dinas. Ia mengatakan Wahyu dan keluarganya tidak berada di dalam rumah dinas.
Permintaan untuk bertemu ajudan yang berada di dalam rumah dinas itu juga tidak diperbolehkan oleh Yanto. Alasannya, ajudan tersebut sedang sakit.
"Ajudannya ada di dalam. Sedang tidak enak badan. Namanya Aldi," kata Yanto.
Yanto pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Wahyu di dalam rumah dinas. Sama seperti disampaikan oleh Imam tadi.
Yanto telah membantu mengangkut sejumlah barang milik Wahyu. Meskipun ia membantu mengangkut barang-barang milik Wahyu, Yanto mengaku tidak masuk ke dalam rumah sama sekali.
"Kalau ajudan ada, tapi untuk beliaunya (Wahyu) tidak ada. Saya kan hanya petugas kebersihan. Saya tidak berani masuk ke dalam. Bukan tanggungjawab saya di dalam rumah. Saya bersih-bersih taman," katanya.
Kata Yanto, ada pembantu Wahyu dari Pemkot Malang yang membantu mengangkut sejumlah barang dari dalam rumah, lalu menaruh barang tersebut di teras depan. lalu Yanto mengangku barang-barang di teras itu untuk dipindahkan ke rumah pribadi milik Wahyu di Jalan Setaman, Kota Malang.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Wahyu mengatakan barang-barang miliknya masih berada di rumah dinas. Sejak Senin sampai Rabu pekan ini, Wahyu mengaku berada di Jakarta. Keluarganya masih tinggal di rumah dinas saat ia berada di Jakarta.
Wahyu menjelaskan, keluarganya masih tinggal di rumah dinas karena rumah pribadi masih belum siap ditempati. Rumah pribadi yang berada di Jalan Setaman masih dibersihkan dan ditata.
"Kalau itu kan memang rumah saya masih dibersihkan dan lain-lain. Kalau saya sudah tidak tinggal di rumah dinas. Kalau keluarga mungkin beberapa sudah tinggal di rumah saya. Saya semalam datang ke rumah dinas saja sudah tidak ada siapa-siapa di sini. Saya sekarang di Jalan Setaman, di rumah," terangnya.
Yanto juga tidak memperbolehkan para jurnalis masuk ke dalam rumah dinas. Berbagai alasan disampaikan Yanto agar tidak ada yang bisa masuk rumah dinas.
Dalam wawancara melalui saluran telepon, Wahyu menggunakan diksi 'di sini' untuk menunjuk rumah dinas. Sedangkan rumah pribadinya, Wahyu menyebut Setaman.
"Tinggal barang-barangnya saja di sini. Pengemasan kan tidak cepat. Pindahan rumah kan tidak bisa dalam waktu singkat," ujarnya.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.