Pilkada Malang Raya 2024

Wahyu Hidayat Mengaku Dapat Dorongan dari Masyarakat untuk Maju di Pilwali Kota Malang 2024

Wahyu Hidayat Mengaku Dapat Dorongan dari Masyarakat untuk Maju di Pilwali Kota Malang 2024

|

SURYAMALANG.COM, MALANG - Mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, datang memenuhi undangan SURYAMALANG.COM untuk melakukan podcast di Studio Harian Surya di Kota Malang, Selasa (20/8/2024).

Dalam percakapannya dengan Iksan Fauji sebagai host, Wahyu Hidayat menjelaskan tentang dorongan masyarakat terutama komunitas untuk maju ke Pilwali Kota Malang 2024.

Pada 10 Agustus 2024, ia sudah menyerahkan jabatannya sebagai Pj Wali Kota Malang pada pengganti jabatannya. Ia sudah menjalankan tugasnya selama 11 bulan.

"Banyak hal yang ingin saya lakukan di Kota Malang," kata Wahyu Hidayat.

Tapi ada keterbatasan waktu di mana sebagai Pj Wali Kota Malang hanya 12 bulan.

Maka dalam waktu terbatas, mantan Sekda Kabupaten Malang ini harus memilih dan memilah mana yang harus dikerjakan.

Ia mencontohkan salah satu yang fenomenal terkait tempat cuci mobil yang menjadi jalan menuju tol Madyopuro.

Wahyu Hidayat (kanan) saat melakukan talk show bersama Pimpinan Surya Malang, Iksan Fauzi, di Kantor Tribun Jatim Network, Kota Malang, (20/8/2024).
Wahyu Hidayat (kanan) saat melakukan talk show bersama Pimpinan Surya Malang, Iksan Fauzi, di Kantor Tribun Jatim Network, Kota Malang, (20/8/2024). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

"Masalah ini bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Padahal sebelumnya tujuh tahun belum bisa selesai," kata dia.

Sehingga akses jalan tol tidak lagi bermasalah. Sebelumnya ada penyempitan karena terhadang tempat cuci mobil itu. Untuk penyelesain itu tidak ada tambahan biaya apapun. Dari ahli waris menerima.

"PR-PR sudah kami rekap mana yang sudah diselesaikan. Soal kemacetan, banjir, parkir. Belum lagi kemiskinan ekstrim, pengangguran," katanya.

Dorongan masyarakat agar ia maju ke pilkada ada terutama dari berbagai komunitas.

"Lanjut Pak.. Lanjut Pak," ceritanya. Hubungan ke masyarakat diupayakan selalu terjalin.

Karena itu saat jadi Pj Wali Kota Malang ia menghadirkan program "Ngombe" (Ngobrol Mbois Ilakes).

Dalam program itu ada interaksi langsung dengan masyarakat. Tidak ada sekat atau formalitas. Sehingga apa yang ingin disampaikan masyarakat bisa diakomodir. Dalam program "Ngombe" juga dihadirkan para pimpinan OPD.

"Di sanalah pemerintah hadir sehingga bisa mengetahui apa yang disampaikan masyarakat dan apa yang sudah dilakukan pemerintah. Sehingga ada mediatornya," jawabnya.

Meski ada dorongan masyarakat, Wahyu juga perlu sholat istiqoroh untuk memantapkan diri  memutuskan maju ke pilkada.

"Akhirnya pada 17 Juli 2024, saya lakukan pengunduran diri. Saya ingin mendarmabaktikan pada masyarakat," kata warga asli Malang ini.

Di podcast itu, ia juga menceritakan tentang tak melupakan sejarah Kota Malang saat menjadi Pj.

Ia mengajak para kepala OPD/Forpimda berkeliling ke gedung-gedung heritage di Malang. Bahkan resepsi HUT Kota Malang diadakan di Gedung Kesenian Gajayana.

Itu merupakan gedung legend. Dulu sering dijadikan tempat bermain kelompok ketoprak.

"Saya ingat saat masa kecil dulu ada ketoprak main disana," tutur Wahyu.

Maka ia menciptakan suasana-suasana agar ingat Malang zaman dulu.

Termasuk menghadirkan blanggur saat Ramadan lalu.

Bagi warga asli Kota Malang, blanggur selalu ditunggu saat Ramadan. Jika terdengar suara blanggur, maka warga baru buka puasa.

"Tapi pada sekarang kan sudah dilarang karena seperti bom. Saya izin ke Kapolresta agar diizinkan sekali," katanya.

Menurutnya, ia ingin Malang bisa naik kelas dengan historisnya yang ada yang perlu melibatkan banyak pihak termasuk masyarakat.

Ia menyatakan dirinya selalu melakukan bottom up planning karena ada keterlibatan masyarakat. 

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved