Sudah Setor Rp 1 Miliar Tapi Rekom Tak Turun, Ada Kandidat Calon Kepala Daerah Tertipu
Awalnya dimintai uang Rp 2 miliar, lalu ditawar Rp 1 miliar.Kandidat calon kepala daerah baru tau kena tipu setelah keluar rekom ternyata tidak sesuai
Penulis: faiq nuraini | Editor: Dyan Rekohadi
Dia menuturkan kenal dengan Bacalon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
"Mas Dhito tidak pernah saya mintai duit seperserpun. Tapi sayangnya Mas Dhito juga tidak pernah ngasih duit ke saya," kelakar Sarmuji hingga ruangan awalnya tegang mencair.
Dikatakan, insyaallah Golkar tidak minta uang apapun dari Bacalon kepala daerah. Supaya calon bisa fokus pada pemenangan.
Supaya kalau jadi kepala daerah, fokusnya tidak mengembalikan uang karena memberikan mahar kepada parpol.
"Bayangkan saja kalau Bacakada diusung oleh banyak partai, lantas berapa miliar lagi harus mengembalikan. Itu akan sangat mahal. Dan yang paling dikhawatirkan pada saat menjabat pasti tidak fokus mensejahterakan rakyat," tandas Cak Sar.
Meski begitu dia juga tidak ingin calon kepala daerah membiarkan partai politik yang mengusung.
Mesin partai harus digerakkan dan itu memerlukan biaya demi pemenangan, bukan masuk kantong pribadi.
| Kabel Listrik Putus Tewaskan Pelajar SMK di Jalan Madiun-Surabaya, Dipicu Muatan Tinggi Truk Tebu |
|
|---|
| Presidium Aremania Ganti Rugi Dampak Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu Malang |
|
|---|
| Bikin Sedih Bonek dan Bonita, Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Lanjutkan Karier di Luar Negeri |
|
|---|
| Kasus Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu Malang Berakhir Damai |
|
|---|
| Rugi Miliaran Rupiah, Warga Surabaya Diduga Jadi Korban Penipuan Perumahan, Pelaku Bernama Desi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sekjen-DPP-Partai-Golkar-Sarmuji.jpg)