Jumat, 1 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Inilah Kisah dan Profil Wisudawan Terbaik Polinema Tahap I/2024

Politeknik Negeri Malang (Polinema) melakukan kegiatan wisuda tahap pertama 2024 di Graha Polinema, Sabtu (31/8/2024)

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Para wisudawan terbaik tahap I/2024 Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jumat (30/8/2024). 

"Saya belajar informatika karena ingin fokus di software engineering," tandas cowok bertinggi 2 meter ini.

Karena itu ia memilih ke jenjang D4 agar sering praktik. Karena itu ia mengambil di Polinema.

"Jadi bisa belajar teori dan praktik," jelas dia.

Tinggal di Malang membuatnya kerasan. Terutama hawanya yang tidak terlalu panas. Kesannya selama kuliah di Polinema adalah ia suka pada praktik untuk masalah di perusahaan atau industri. Sejauh ini tidak ada kendala di perkuliahan.

"Kalau saya ada masalah, saya ke dosen untuk menanyakannya," kata dia. Ia mengetahui Polinema dari temannya yang sudah lulus dari Polinema. Setelah di wisuda, ia ingin ke luar Indonesia untuk mencari ilmu. "Saya rencana pindah negara," jawab dia. 

3. Mochammad Hafid Miftah Fauzi, Kembali Kuliah S2 di China

Ia adalah lulusan double degree dari Polinema dan Shandong University of Science and Technology di China.

"Saya akan kembali ke China pada Minggu ini untuk melanjutkan kuliah S2 tapi di kampus lain," kata cowok asal Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Ia dari prodi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan.

"Dengan program double degree, saya dua tahun di Polinema dan dua tahun di Shandong," jelas cowok kelahiran 7 Februari 2000 ini.

Maka ia mendapat dua gelar. Pada Juni lalu sudah diwisuda di Shandong sebagai Bachelor of Engenering dan Sarjana Terapan dari Polinema.

"Selama di China, awal-awal ada kendala bahasa. Sebab di sana masyarakat tidak berbahasa Inggris. Beli apa-apa pakai bahasa isyarat. Di sana untuk pembayaran lewat HP yaitu e-money. Dua tahun saya disana ya gak pakai uang cash. Sempat shock juga," ceritanya.

Sebelum perkuliahan ada mata kuliah Mandarin. Akhirnya ia bisa belajar bahasa dan komunikasi dasar sehari-hari seperti bernego dan lainnya. Sedang di perkuliahan memakai Bahasa Inggris.

"Jadi saya mengerjakan sempro, skripsi, sidang, yudisium di China," katanya.

Karena masih pandemi, ia kuliah luring mulai semester 5 sampai selesai di China. Sedang alasan memilih double degree ke China karena ia tertarik pada teknologi di sana yang lebih maju.

Juri LKS nasional ini kuliah S2 di China karena mendapat beasiswa dari pemerintah sana termasuk biaya hidup. Ia senang mendapat pengalaman di China karena jadi mengetahui kemajuan disana.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved