Daftar Kesederhanaan Paus Fransiskus Tolak Private Jet dan Hotel, Tidur di Kantor, Jam Tangan Murah

Daftar kesederhanaan Paus Fransiskus selama kunjungan di Indonesia menolak private jet dan hotel pilih tidur di kantor Kedubes, jam tangannya murah.

|
YouTube Sekretariat Presiden/KOMPASTV
Kesederhanaan Paus Fransiskus selama kunjungan di Indonesia menolak private jet dan hotel pilih tidur di kantor Kedubes, jam tangannya murah. 

Dikutip dari laman Swatch, jam tangan seri SO29B703 Twice Again memiliki diameter 47,4 x 41 milimeter dengan ketebalan 9,85 milimeter.

Bahan yang digunakan pada strap dan kaca jam tersebut adalah bio-sourced atau terbuat dari bahan hayati.

Jam tangan water resistant ini juga terlihat simpel, dengan menunjukkan keterangan jam, menit, dan detik, serta hari dan tanggal (day date).

Berdasarkan pengamatan Kompas.com lewat bidikan kamera, terlihat jam tangan yang dipakai Paus Fransiskus di Indonesia juga menunjukkan adanya day date. Sehingga, itu merujuk pada Swatch seri SO29B703.

Dilansir dari laman HouseofWatches, jam tangan atau arloji Swatch seri SO29B703 dijual dengan harga 70,95 euro atau sekitar Rp 1,2 juta.

Komentar PP Muhammadiyah

Menanggapi kesederhanaan pemimpin gereja katolik dunia itu, PP Muhammadiyah menyampaikan pendapatnya. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, sikap Paus Fransiskus yang sederhana dan tak mau menginap di hotel berbintang patut menjadi keteladanan dan contoh para pemimpin di tingkat nasional ataupun global.

Begitu juga dengan pesawat komersial yang ditumpangi Paus Fransiskus, Haedar menilai kesederhanaan tersebut dapat menjadi inspirasi tersendiri.

"Di tengah kesibukan dan jadwal yang padat, Paus Fransiskus berkenan berkunjung ke Indonesia dengan menggunakan pesawat komersial dan menempuh perjalanan yang sangat jauh dan tidak menginap di hotel berbintang," kata Haedar dalam keterangan tertulis, Rabu (3/9/2024).

"Hal itu menunjukkan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi penting bagi para pemimpin bangsa di tingkat nasional dan ranah global," ujar Haedar lagi melansir Kompas.com.

Secara khusus, PP Muhammadiyah menyambut baik kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Dalam konteks hubungan antar-umat beragama, Haedar menyebut kunjungan Paus Fransiskus menunjukkan arti penting Indonesia dan komitmen Paus Fransiskus dalam membangun dan memperkuat hubungan Katolik dengan dunia Islam.

"Rencana pertemuan Paus Fransiskus dengan kelompok-kelompok agama menunjukkan keterbukaan dalam dialog dan kerja sama antar iman serta memperkenalkan Indonesia kepada dunia sebagai negara yang memiliki kemajemukan serta kerukunan agama dan budaya," imbuh Haedar.

Haedar juga berharap agar Indonesia bisa menyambut dan menghormati kunjungan Paus Fransiskus dengan penuh keramahan dan kesantunan yang mencerminkan budaya dan peradaban Indonesia yang luhur.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved