Berita Viral

Nasib Guru Amalia Diusir Setelah Tegur Kepala Dinas Merokok di Ruangan saat Rapat: Saya Siap Dipecat

Nasib guru Amalia diusir setelah tegur kepala dinas merokok di ruangan saat rapat, pakai sandal main hp sendiri: saya siap dipecat!

|
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki/IG @amaliawyn
Guru Amalia (kanan) diusir setelah tegur kepala dinas (kiri) merokok di ruangan saat rapat, pakai sandal main hp sendiri: saya siap dipecat! 

"Ketika saya tegur 'bapak maaf saya tidak tahan mencium asap rokok', 'oh kalau kamu tidak tahan silahkan kamu yang keluar, ini saya menghargai pancasila pak," tutur Amalia menceritakan dirinya diusir dari ruangan. 

"Saya berbicara seperti ini bukan karena basic saya kesehatan pak" ungkap Amalia melanjutkan ceritanya. 

"Saya basic saya bidan pak, saya juga guru, tidak pantas pak seorang kepala dinas menggunakan sandal" lanjut Amalia.

"Coba kalau kami yang pakai sandal dan ngerokok, pasti didisk," ujar Amalia.

Tak berhenti di situ, Amalia juga menyebut oknum Kepala Dinas itu sibuk sendiri dengan handphone-nya.

"Dari awal acara berjalan lancar, sampai suatu ketika pejabat-pejabat yang memberikan kata sambutan" lanjut Amalia.

"Panitia pelaksana berkata, jika ada Kadisdikbudnya masuk, dimohon untuk tidak memainkan HP karena beliau tidak suka ketika brbicara, ada yan main HP" ungkap Amalia. 

"Saya pikir orang ini pasti berdedikasi tinggi terhadap jabatan, orang yang berwibawa, sampai-sampai harus seperti itu karena saya suka orang yang disiplin seperti itu, tidak berbicara/main HP ketika ada orang di depan berbicara," jelas Amalia.

Saat dikonfirmasi BanjarmasinPost.co.id (grup suryamalang), Amalia Wahyuni membenarkan postingan-nya tersebut. 

"Saya sudah sangat sopan sekali bilang kalau tidak tahan asap rokok, karena ruangan rapat tertutup dan full AC," katanya, Selasa (3/9/2024).

Baca juga: Viral Maba Asal Papua Curhat Alasannya Kuliah Jurusan Guru, Sebut Tak Ada Pengajar di Desanya

Guru yang masih berstatus honorer itu mengaku langsung bergegas menuju pintu keluar, meninggalkan ruang rapat setelah diusir oleh Kepala Dinas

Setelah postingan-nya viral, Amalia kemudian dipanggil oleh kepala sekolahnya.

Saat itu Amalia diminta menghapus postingan tersebut dengan alasan untuk kebaikan bersama. 

"Kalau saya hapus artinya saya tidak punya pendirian, jadi saya tidak mau. Saya juga siap menerima konsekuensinya apabila saya harus dipecat," ujar Amalia.

Tidak sekadar menceritakan pengalaman pahitnya, Amalia juga berharap kepada Gubernur Kalsel bisa lebih selektif dalam memilih kepala SKPD.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved