Teman Misterius Kaesang Pangarep Disebut Beri Tumpangan Jet Pribadi Inisial Y, Isi 8 Penumpang

Teman misterius Kaesang Pangarep disebut beri tumpangan jet pribadi inisial Y, pulang gak bareng naik pesawat komersil.

Youtube KOMPASTV
Kaesang Pangarep (kanan) ngaku nebeng teman inisial Y diberi tumpangan jet pribadi, pulang gak bareng naik pesawat komersil. 

SURYAMALANG.COM, - Teman misterius Kaesang Pangarep disebut beri tumpangan jet pribadi ternyata berinisial Y. 

Sayangnya, identitas lengkap Y belum diungkap sehingga publik pun masih menebak-nebak kebenaran dari pernyataan Kaesang Pangarep

Sejauh ini pernyataan Kaesang Pangarep tersebut masih akan diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang bersama kuasa hukumnya mendatangi Kantor KPK pada Rabu (18/9/2024). 

Tujuan Kaesang ke kantor KPK untuk melakukan klarifikasi setelah video-nya bersama istri, Erina Gudono baik jet pribadi viral di media sosial.

Saat tiba di Gedung Merah Putih, Kaesang mengaku mendatangi KPK atas inisiatif sendiri, bukan atas panggilan atau undangan dari Lembaga Anti-rasuah.

Baca juga: Cerita di Balik Bakat Kinanti Bocah Kelas 2 SD Jago Motret Bak Profesional, Tanpa Diajari Tertarik

Terkait dugaan gratifikasi, Kaesang menjelaskan bersama Erina hanya menumpang menaiki jet pribadi ke Amerika Serikat pada Minggu (18/8/2024).

Namun, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut enggan membeberkan nama teman yang memberikan tumpangan naik jet pribadi.

"Tadi saya juga di dalam mengklarifikasi mengenai perjalanan saya di tanggal 18 Agustus ke Amerika Serikat, yang numpang atau bahas bekennya nebenglah, nebeng pesawatnya teman saya,” ujar Kaesang, Selasa (17/9/2024) mengutip Kompas.com (grup suryamalang).

Lantas sosok Y disebut-sebut sebagai teman Kaesang Pangarep yang diduga memberikan tebengan ke anak Jokowi. 

Juru bicara Kaesang Pangarep, Francine Widjojo, menyebut Kaesang menumpang jet pribadi temannya hanya saat berangkat ke Amerika Serikat (AS).

Sementara saat pulang ke Indonesia, Francine menyebut Ketua Umum PSI itu tak lagi menggunakan jet pribadi, melainkan naik pesawat komersial.

"Kalau untuk kepulangannya sendiri, mas Kaesang itu pulang dengan pesawat komersil," kata Francine dalam Kompas Petang Kompas TV, Selasa (17/9/2024).

Baca juga: Kronologi Anggota DPRD Jadi Tersangka Pencabulan Anak Tetap Dilantik, Izin Sakit Malah Gladi Resik

Francine menyebut alasannya karena ada perbedaan jadwal kepulangan Kaesang dengan temannya tersebut.

"Karena beda jadwal, temannya masih lanjut beberapa hari di Amerika Serikat jadi tidak pulang bersama-sama," jelas Francine.

Francine menjelaskan, Kaesang mulanya hendak menggunakan pesawat komersial untuk perjalanan ke Amerika Serikat bersama sang istri, Erina Gudono, pada 20 Agustus 2024.

Namun, ada teman Kaesang yang juga akan melakukan perjalanan searah dengan menggunakan jet pribadi pada 18 Agustus 2024.

Sehingga Kaesang dan Erina pun memutuskan untuk menebeng jet pribadi temannya tersebut.

"Mas Kaesang menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Amerika itu awalnya rencana berangkat dengan pesawat komersil pada 20 Agustus," terang Francine.

"Kemudian ada temannya kebetulan perjalanannya searah dan kapasitas pesawatnya masih muat. Sehingga Mas Kaesang numpang atau nebeng dengan pesawat temannya ini," imbuh Francine.

Namun saat disinggung soal identitas teman Kaesang, Francine enggan membeberkannya.

Baca juga: Beban Baim Cilik 2 Adik Sambungnya Juga Tak Dinafkahi Ayah, Bantu Semampunya Masih Dicap Anak Gagal

Francine menyebut hal tersebut dapat ditanyakan langsung kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara sebelumnya Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menyebut teman Kaesang yang memberikan tumpangan jet pribadi tersebut berinisial Y.

"Enggak disebut detail siapa, cuma nama gitu, inisial Y, kalau enggak salah depannya," kata Pahala, Selasa, (17/9/24).

Meski demikian, Pahala belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait sosok Y, mengingat hal itu masih akan didalami lebih lanjut oleh KPK.

"Tapi kita enggak tahu nih ini benar enggak nama lengkapnya, siapa ini orang, WNI, WNA atau apa gitu, dibilang pesawat punya siapa juga nanti kita konfirmasi lagi," papar Pahala.

Sedangkan pihak PSI mengungkap di dalam pesawat jet pribadi yang ditumpangi ketua umumnya, Kaesang Pangarep, ada delapan orang.

Sebanyak empat orang dari pihak Kaesang, dan empat lainnya dari pihak pemilik pesawat.

Hal ini ditegaskan PSI menanggapi narasi yang meragukan Kaesang menumpang dalam pesawat jet itu.

“Kami sudah sampaikan kemarin semua data dan informasi ke KPK" kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni dalam keterangan yang dibagikan ke Kompas.com, Rabu (18/9/2024).

"Misalkan di pesawat itu ada 8 orang penumpang. Empat orang dari pemilik pesawat; dan empat orang dari Mas Kaesang" lanjut Raja Juli.

"Mereka berangkat bersamaan dari Jakarta ke Amerika,” imbuh Raja Juli. 

Baca juga: Alasan Atta Halilintar Baru Terima Ijazah SMA Kejar Paket C, Dulu Berkorban Tanggung Hidup 10 Adik

Menurut PSI, semua data dan informasi soal jet pribadi sudah Kaesang berikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini dilakukan Kaesang untuk mengklarifikasi soal dugaan gratifikasi terkait penggunaan jet pribadi.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum Kaesang Pangarep, Nasrullah, juga mengungkap ada empat orang lain dalam pesawat jet pribadi itu.

“Iya betul, kami sudah menerangkan bahwa empat dari pihak Mas Kaesang, empat orang lain,” ujar Nasrullah, dihubungi secara terpisah.

KPK Dinilai Terlalu Normatif

Sedangkan menurut eks pimpinan KPK Saut Thony Situmorang, Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai terlalu bersikap normatif dalam menangani kasus jet pribadi anak Presiden itu. 

Hal itu diungkapkan Saut Thony Situmorang ketika ditanya tanggapannya terkait kehadiran Kaesang Pangarep ke lembaga antirasuah.

"Kayaknya mereka sangat normatif ya, belum sampai kepada keputusan yang sangat lebih inovatif gitu ya yang di luar dari normatif-normatif biasa," ujar Saut saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2024).

Lebih lanjut, Saut menilai kasus jet pribadi ini sudah tidak lagi masuk ranah penanganan Direktorat Gratifikasi melainkan Direktorat Penerimaan Layanan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) atau dahulu Dumas KPK.

"Ini sebenarnya bukan di Direktorat Gratifikasi lagi, karena kan sudah dilaporkan. Nah, itu harus di Dumas sebenarnya, pengaduan masyarakat, direktoratnya terpisah itu," jelas Saut melansir Tribunnews.com.

Sehingga dengan begitu kasus Kaesang langsung masuk dalam tahap penyelidikan.

"Kalau sudah di Dumas itu nanti bisa lebih detail lagi melihatnya dan itu sudah biasanya penyelidikannya, berikutnya adalah penyelidikan dari Dumas itu," ucap Saut.

"Jadi bukan soal gratifikasi lagi sebenarnya ini. Untuk yang kemarin mungkin yang ke Amerika itu gratifikasi tapi yang sebelumnya itu sudah berbeda sebenarnya," lanjut Saut.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved