Berita Viral

Mahasiswi Kuliah Bawa Karung Goni Bikin Prihatin, Menteri Pendidikan Sampai Nangis, Kini Bantu Biaya

Viral di media sosial kisah mahasiswi kuliah bawa karung goni sukses membuat warganet prihatin. Menteri Pendidikan sampai menangis.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Mahasiswi Kuliah Bawa Karung Goni Bikin Prihatin, Menteri Pendidikan Sampai Nangis, Kini Bantu Biaya 

"Rafida adalah anak yang pintar. Dia berasal dari daerah Sandakan.

Hasil ujiannya dari Matrikulasi Labuan sangat mengesankan. Dia belajar akuntansi di UMS." sambungnya.

Fadhlina melanjutkan dengan menjelaskan bahwa cerita Rafida menggerakkannya karena secara kebetulan dia juga baru saja menyekolahkan putranya untuk melanjutkan studinya.

Menteri Pendidikan Malaysia prihatin dengan kondisi salah satu mahasiswi di Malaysia. (World of Buzz)
Menteri Pendidikan Malaysia prihatin dengan kondisi salah satu mahasiswi di Malaysia. (World of Buzz) ()

Baca juga: Perjuangan Dede Difabel Rawat Ayahnya yang Lumpuh, Pantang Ngemis Pilih Jualan Untuk Biaya Berobat

"Bagaimana masalah Rafida ini menjadi begitu dekat dengan hati saya?

Karena di hari yang sama, saya juga menyekolahkan putra sulung saya ke universitas.

Terima kasih, Rafida, karena telah membuat kami sedar bahawa perjuangan untuk pendidikan kemanusiaan adalah kekuatan Malaysia!"

"Terbang tinggi dan berdiri tegak, Rafida.

InsyaAllah, Rafida tidak perlu khawatir tentang apa pun terkait studinya.

Semuanya sudah dikelola dengan baik hingga dia menyelesaikan studinya," tandasnya.

Kisah Lain - Siswi SMA Pulang Pergi Malaysia-Indonesia Setiap Hari Demi Sekolah

Kisah Norlichan siswi SMA pulang pergi Malaysia-Indonesia setiap hari demi ke sekolah jadi sesuatu yang langka.

Sekolah lintas negara yang dirasakan Norlichan sudah dijalani sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga kini di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Kendati begitu, Norlichan menjalani rutinitasnya dengan baik berangkat dari tempat tinggalnya di Malaysia untuk sekolah di Kalimantan Barat. 

Norlichan yang berusia 17 tahun itu berangkat ke sekolah bukan dengan pesawat melainkan naik motor sendirian. 

Hal itu terjadi karena jarak tempuh dari tempat tinggal Norlichan menuju sekolah hanya butuh waktu 30 menit. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved