Berita Viral

Mahasiswi Kuliah Bawa Karung Goni Bikin Prihatin, Menteri Pendidikan Sampai Nangis, Kini Bantu Biaya

Viral di media sosial kisah mahasiswi kuliah bawa karung goni sukses membuat warganet prihatin. Menteri Pendidikan sampai menangis.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Mahasiswi Kuliah Bawa Karung Goni Bikin Prihatin, Menteri Pendidikan Sampai Nangis, Kini Bantu Biaya 

Norlichan kini kelas 12 dii SMA Negeri 1 Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat sedangkan tempat tinggalnya ada di Serikin, Malaysia.

Norlichan lahir dari pernikahan ibunya yang berasal dari Indonesia dan ayahnya yang berdarah Serikin, Malaysia

Pernikahan ini membawa Norlichan untuk tinggal di Malaysia

Namun, keputusan untuk tetap bersekolah di Indonesia membuat Norlichan harus melintasi perbatasan setiap hari. 

"Dari SD (mulai melintas). Jadi SD, SMP, SMA tuh melintas terus. (Pas SD) dianter sama mama," ucap Norlichan, Sabtu (17/8/2024) melansir Kompas.com (grup suryamalang).

Norlichan siswi SMA pulang pergi Malaysia-Indonesia setiap hari demi ke sekolah
Norlichan siswi SMA pulang pergi Malaysia-Indonesia setiap hari demi ke sekolah (Kompas.com/Dinda Aulia Ramadhanty)

Keputusan itu bermula dari dilema sang ibu mengenai akses pendidikan. 

"Lalu mama mikir-mikir lagi, mending sekolah di Indonesia saja, lebih senang (mudah) surat-menyuratnya (administrasinya) kan," ungkap Norlichan.

Semenjak itu, Norlichan menikmati perjalanan lintas negara melalui perbatasan Jagoi Babang-Serikin yang sudah dianggapnya sebagai sahabat. 

Hal itu terlihat dari bagaimana dirinya yang tak keberatan harus bangun tidur lebih awal setiap hari. 

"Bangunnya kisaran 05.00-05.20 WIB. Itu saya dapat bersiap-siap dari seragam saya, buku-buku saya, terus belum lagi sarapan pagi lah kadang-kadang," tutur Norlichan 

Setelah memastikan semua sudah siap dan rapi, Norlichan lantas berangkat ke arah titik nol Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang yang berjarak sekitar 10 menit dari rumahnya. 

"Sekolahnya kalau dari Serikin ke SMA tuh, kan masuk sekolah pukul 07.00 WIB. Kalau mau berkisar di pukul 06.30 WIB," tutur Norlichan.

Norlichan pun kini sudah diperbolehkan mengendarai motor dari rumahnya ke sekolah dengan jarak 30 menit. 

"Dulu kan dianter mama, baru mulai bawa motor sendiri sekitar kelas delapan," terang Norlichan. 

Lebih lanjut, Norlichan menyebut kehadiran PLBN ini membuat mobilisasinya menuju sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved