Berita Viral

Mahasiswi Kuliah Bawa Karung Goni Bikin Prihatin, Menteri Pendidikan Sampai Nangis, Kini Bantu Biaya

Viral di media sosial kisah mahasiswi kuliah bawa karung goni sukses membuat warganet prihatin. Menteri Pendidikan sampai menangis.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Mahasiswi Kuliah Bawa Karung Goni Bikin Prihatin, Menteri Pendidikan Sampai Nangis, Kini Bantu Biaya 

"Dulu di sini kan belum ada PLBN, jadi ini (pos) belum jadi juga. Ini sudah semak-semak kayak gitu lah, dulu jalan juga enggak kayak gini, banyak batu-batuan," jelas Norlichan. 

"Jadi semenjak tahun 2022 (PLBN) sudah jadi ini kan, jadinya kayak gini (semakin) bagusnya," tambah Norlichan.

Menurut Norlichan, dirinya harus sudah meninggalkan Indonesia pada pukul 16.00 WIB. 

Pembatasan waktu itu karena layanan operasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hanya dibuka hingga pukul 16.00 WIB.

Sedangkan Norlichan menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai pukul 07.00-14.30 WIB. 

Norlichan mengaku selalu pulang sebelum langit gelap meski ada tugas sekolah atau kerja kelompok.  

"Enggak (enggak pernah nginep) di Indonesia," ungkap Norlichan mengutip Kompas.com.

Setiap hari, setelah bel sekolah berbunyi, Norlichan langsung bergegas kembali ke rumah.

Perjalanan dari sekolah ke rumahnya yang memakan waktu sekitar 30 menit dengan jarak belasan kilometer itu membuatnya juga tidak bisa berlama-lama di Indonesia. 

Meski demikian, Norlichan mengaku perrnah tiba di PLBN Jagoi Babang pukul 16.10 WIB, atau telat 10 menit setelah layanan lintas negara ditutup.

Hal itu terjadi karena Norlichan dan teman sekolahnya harus mengerjakan pakaian fashion show untuk salah satu mata pelajaran. 

"Pernah (telat), ini ada kelompok ngerjain baju fashion show. Pulangnya tuh sekitar pukul 16.10 WIB," jelas Norlichan.

"Untung abang-abangnya (penjaga perbatasan) tuh enggak marah gitu. Jadi adalah alasan buat bisa masuk (melintas)," lanjut Norlichan.

Ketekunan Norlichan untuk pulang tepat waktu juga didorong oleh harapan orang tuanya agar bisa belajar dengan baik di Indonesia.

"Kesan-kesannya sih tetap semangat pergi sekolahnya, pulang sekolahnya. Terus ada lagi harapan orang tua suruh kita sekolah yang benar," ujar Norlichan.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved