Berita Viral

Pendapatan Fantastis Manusia Silver, Viral Gebrak Mobil saat Tak Diberi Uang Diciduk Satpol PP

Pendapatan fantastis manusia silver, viral gebrak mobil saat tak diberi uang kini diciduk Satpol PP, lebih tinggi dari gaji UMK.

Instagram @merapi_uncover/Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta
Manusia silver (kanan) diciduk Satpol PP pendapatannya lebih tinggi dari gaji UMK, viral gebrak mobil (kiri) saat tak diberi uang. 

SURYAMALANG.COM, - Jumlah fantastis pendapatan manusia silver diungkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Hal itu setelah seorang manusia silver viral gebrak mobil warga karena tidak diberi uang lalu video-nya beredar di media sosial. 

Peristiwa manusia silver minta uang dengan cara memaksa terjadi di Jembatan Kleringan, Kota Yogyakarta, Minggu (29/9/2024) lalu.

Lantas korban menyampaikan keluhannya yang dianonimkan, melalui akun X @merapi_uncover.

'Min mau menyampaikan keresahan saya tentang manusia silver di lampu merah bawah jembatan kewek dekat parkiran abu bakar ali' ungkap korban dalam postingan yang diunggah Minggu (29/9).

'Seperti biasa dia meminta minta pas giliran dekat mobil saya, saya baru sibuk nyolokin charge HP dan saya tolak dengan halus dengan melambaikan tangan ke kaca mobil," lanjutnya.

'Lha kok dia pergi sambil gebrak mobil saya dan mobil saya kena cat warna silver di bekas gebrakannya' jelas korban.

'Mohon untuk dinas terkait apakah seperti itu legal? Jika tidak mohon ditertibkan,' urainya.

Baca juga: Alasan Vadel Badjideh Yakin Lolos dari Laporan Nikita Mirzani, Nekat Ajak Ibu Lolly Nge-dance

Keluhan warganet yang mobilnya digebrak manusia silver
Keluhan warganet yang mobilnya digebrak manusia silver (Instagram @merapi_uncover)

Unggahan yang sudah disaksikan ratusan ribu warganet itu, dilengkapi juga dengan bukti foto menampilkan pintu mobil yang tampak ternodai oleh cat berwarna silver.

Merespon keluhan tersebut, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, mengatakan, pihaknya langsung memburu pelaku.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.30 WIB, petugas pun berhasil mengamankan dua orang manusia silver yang beroperasi di Jalan Mataram, atau tepatnya di sebelah timur Hotel Grand Inna Malioboro.

"Sebenarnya ada tiga manusia silver di situ. Tapi, yang berhasil kami amankan cuma dua, karena yang satu orang lari. Mereka saling kenal," kata Yudho, Senin (30/9/2024) melansir TribunJogja.com (grup suryamalang).

Saat dilakukan proses pemeriksaan, keduanya tidak mengaku telah melakukan tindakan penggebrakan mobil di kawasan Jembatan Kleringan.

Yudho pun memastikan, kasus tersebut menjadi atensi aparat penegak Perda untuk menggiatkan patroli supaya kejadian semacam ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Sementara, dari pengakuannya, dia tidak melakukan. Karena posisinya (kejadian dan penangkapan) juga berbeda, yang bersangkutan tidak mengakui melakukan perbuatan itu," ujar Yudho.

Baca juga: Keluhan Orang tua Siswa Viral Harga Buku Rp 200 Ribu di Online Rp 25 Ribu, Kepsek Bantah Jual Beli

Meski demikian, lanjut Yudho, kedua manusia silver yang tercokok itu tetap diboyong menuju Camp Assessment Dinas Sosial (Dinsos) DIY, untuk mendapat pembinaan.

Ironisnya, Satpol PP mencatat, satu di antara dua manusia silver yang tercokok itu, sebelumnya sudah pernah diamankan oleh petugasnya.

"Salah satunya sudah pernah tertangkap juga sebelumnya. Jadi, ada pengulangan. Tapi, penanganannya seperti apa, kami serahkan ke Dinsos DIY," pungkas Yudho.

Selain permasalahan itu terungkap juga fakta mengejutkan mengenai pendapatan manusia silver di Yogyakarta. 

Menurut Yudho beberapa manusia silver yang diamankan dapat menghasilkan uang hingga Rp 600.000 per hari.

Itu artinya dalam sebulan pendapatan manusia silver di Yogyakarta bisa mencapai angka yang fantastis, sekitar Rp18 juta.

"Biasanya mereka bisa mengumpulkan Rp400.000 hingga Rp600.000 dalam sehari. Ini adalah pendapatan yang didapatkan sebelum kami amankan," kata Yudho.

Baca juga: Investigasi Dikti UIPM Tidak Terdaftar, Gelar Doktor Kehormatan Raffi Ahmad Tak Diakui Pemerintah

Dua manusia silver diamankan Satpol PP Kota Yogyakarta di Jalan Mataram, Minggu (29/9/24)
Dua manusia silver diamankan Satpol PP Kota Yogyakarta di Jalan Mataram, Minggu (29/9/24) (Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta)

Fenomena manusia silver, yang merupakan bagian dari kelompok gelandangan dan pengemis (gepeng), menjadi perhatian pihak berwenang di Yogyakarta. 

Mereka sering terlihat di tempat-tempat ramai, seperti di sekitar Jalan Taman Siswa, dengan berbagai cara untuk menarik perhatian warga.

Termasuk dengan melakukan aksi menggebrak mobil atau mendekati pengendara yang lewat.

Menurut Yudho, pihaknya sudah mengamankan 18 orang manusia silver hingga September 2024. 

Meski demikian, Satpol PP Kota Yogyakarta mengakui penertiban ini tidak mudah, karena mereka seringkali menghilang sementara setelah razia dilakukan. 

"Mereka tahu pola kerja Satpol PP, seperti jam-jam tertentu ketika ada pergantian shift. Ini yang dimanfaatkan oleh mereka," ujar Yudho.

Meskipun telah dilakukan penertiban, Satpol PP menyatakan kewenangan memberikan sanksi terhadap para manusia silver bukan berada di tangan mereka, melainkan Dinas Sosial (Dinsos) DIY. 

Oleh karena itu, Satpol PP hanya bisa mengamankan mereka untuk selanjutnya diteruskan ke Dinsos untuk pembinaan lebih lanjut.

Pelaku Masih Diburu

Sampai saat ini, Satpol PP Kota Yogyakarta masih memburu manusia silver yang diduga melakukan aksi penggebrakan mobil, di Jalan Kleringan.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, tindakan itu bisa masuk dalam ranah pidana.

Octo mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk menyelesaikan sengkarut tersebut.

Hal itu dilakukan setelah dua manusia silver yang diamankan di kawasan Jalan Mataram pada hari kejadian berdasar hasil pemeriksaan teridentifikasi bukan pelaku penggebrakan mobil.

"Identifikasinya kan bukan dari dua orang yang kita tangkap itu. Kemudian, sudah kami koordinasikan dengan Polresta Yogya," katanya, Jumat (4/10/2024) melansir TribunJogja.com.

"Jadi, lebih lanjut begitu, karena kejadiannya bisa masuk ranah pidana, karena menggebrak. Nanti, teman-teman Polresta yang akan menindaklanjuti," tambah Octo.

Sedangkan Baharuddin Kamba, anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, menyoroti fenomena ini dari sisi ekonomi. 

Pihaknya menilai penghasilan yang diperoleh oleh manusia silver bisa sangat tinggi, mengingat jika dihitung selama sebulan bisa mencapai Rp18 juta. 

"Jika dikalikan satu bulan, bisa mencapai Rp18 juta. Ini tentu menjadi perhatian kita semua," ujar Baharuddin.

Baharuddin juga mengingatkan meskipun pendapatan manusia silver terbilang tinggi, perilaku mereka yang mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan harus segera ditangani dengan serius. 

"Tindakan menggebrak kendaraan dan merusak cat mobil sudah melanggar etika dan dapat merugikan masyarakat" kata Baharuddin.

"Satpol PP perlu melakukan razia secara rutin untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga," jelasnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved