Berita Banyuwangi Hari Ini

Kondisi Sekolah di Banyuwangi Murid Bayar SPP Rp 5 Ribu, Guru Wiga Digaji Rp 200 Ribu Tetap Ikhlas

Kondisi sekolah di Banyuwangi murid bayar SPP Rp 5 ribu, guru Wiga digaji Rp 200 ribu, tetap ikhlas meski tak cukup: penting anak-anak mau sekolah!

|
Dokumentasi pribadi Wiga Kurnia Putri
Sekolah di Banyuwangi murid bayar SPP Rp 5 ribu, guru Wiga digaji Rp 200 ribu, tetap ikhlas meski tak cukup: penting anak-anak mau sekolah! 

"Saya jemput, saya ajak sekolah karena sebelumnya memang berhenti setelah lulus SD. Ada juga murid saya yang jadi pengamen di jalan," kata Wiga sambil tersenyum.

Tak hanya itu, selama ini mereka juga tak menggelar upacara karena tidak memiliki pengeras suara.

"Murid saya tanya, 'Bu kapan upacara?'. Saya jawab, 'Nanti ya kalau ada pengeras suara', karena memang pengeras suara yang lama sudah rusak," papar Wiga.

Selain itu, Wiga juga mengajarkan murid-muridnya menabung setiap hari Rp1.000 agar bisa digunakan untuk membayar biaya ijazah jika lulus SMP.

"Kenapa mewajibkan menabung Rp1.000 ya untuk kebutuhan mereka nanti saat lulus, karena sekarang banyak ijazah yang tidak diambil karena kendala ekonomi," kata Wiga.

Baca juga: Pesan Kepala Sekolah Kiano Usai Baim Wong Pisah Rumah, Sempat Mengalah Paula Menyakiti: Saya Selesai

Selama menjadi guru di SMP tersebut, Wiga mendapatkan banyak pengalaman salah satunya adalah pendidikan yang tidak menjadi prioritas orang tua.

Selain itu, banyak muridnya yang berasal dari keluarga kekurangan, baik kekurangan ekonomi dan kasih sayang.

Alasan tersebut yang menjadi dasar Wiga tetap mengajar, walau menerima gaji Rp 200.000 per bulan.

"Saya ibu dengan dua anak dan menyadari bahwa pendidikan ini penting buat mereka dan mengajar adalah kebahagian buat saya," kata Wiga.

Tak hanya itu, setelah pandemi Covid-19, Wiga sempat terkejut saat tahu banyak siswa SMP yang tidak lancar membaca dan menulis.

"Sekolah ini kan memfasilitasi murid untuk belajar, di rumah nanti harus diulangi lagi dan ada peran orang tua. Tapi di sini peran orang tua sangat minim," kata Wiga.

Baca juga: Curhat Lawas Paula Verhoeven Perawatan Pakai Uang Sendiri Beda dari Nagita, Baim Wong Bantah Pelit

Selain itu Wiga juga bercerita, gaji Rp 200.000 yang didapatkan tak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tapi sebagian untuk siswanya.

"Kadang saya tanya butuh apa? buku, tas atau sepatu atau jajan. Saya enggak bilang semua gaji untuk murid-murid saya, tapi sebagian memang untuk mereka," tutur Wiga.

Menurut Wiga, kebutuhan keluarga dipenuhi oleh penghasilan suami yang bekerja sebagai guru honorer di salah satu SMA.

"Saya selalu berdoa agar suami diberikan rezeki yang cukup dan juga bisa lolos P3K. Doanya yaa," pungkas Wiga.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved