Berita Malang Hari Ini

Tarian Kolosal Semarakkan Kegiatan Sumpah Pemuda di SMAN 8 Malang

Hari Sumpah Pemuda di SMAN 8 kota Malang jadi meriah  karena dirayakan bersama dengan event Language Festival.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan tari kolosal yang merupakan medley ssjumlah tari tradisional ditampilkan di Hari Sumpah Pemuda oleh 41 siswa penari SMAN 8 Kota Malang, Senin (28/10/2024).  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kegiatan Hari Sumpah Pemuda berlangsung meriah di SMAN 8 Kota Malang, Senin (28/10/2024).

Hari Sumpah Pemuda di SMAN 8 jadi meriah  karena dirayakan bersama dengan event Language Festival.

"Biasanya kan berjalan sendiri-sendiri. Ini dijadikan satu agar momentumnya tidak hilang," jelas Nuraeni SPd MPd, Kepala SMAN 8 Kota Malang pada suryamalang.com di sela kegiatan. 

Para siswa dan guru memakai baju daerah di Hari Sumpah Pemuda.

Bahkan ada yang satu kelas memakai baju adat NTT, karena simple.

Sedang ikonik acara itu adalah tarian kolosal dari 41 penari yang merupakan anggota ekskul Tradance (Traditional Dance).

Koreografer tari, Tabitha Adewitya Pramesti menyatakan rasa senang bisa menyelesaikan tugasnya sebagai penari juga koreografer tari.

"Yang kami tampilkan tadi adalah medley tarian dari berbagai daerah. Seperti Kalimantan, Papua, Jawa Barat. Ada empat tarian jadi satu," terang siswa kelas 10 SMA ini.

Para penari juga memakai berbagai baju daerah. 

 "Saya merasa setelah tampil jadi lebih bangga pada Indonesia," katanya.

Setelah tarian kolosal juga ada penampilan siswa menyanyi dan lomba fashion show mengenakan baju daerah.

Menurut kepala sekolah, dengan adanya event ini bisa menjadi sarana menguatkan kembali tentang keberagaman Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya.

"Makanya kita kuatkan kembali dengan tiga ikrar di Sumpah Pemuda. Bertanah air satu, tanah air Indonesia, Berbangsa satu bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia," jelas Kasek.

Menurutnya, di era global, para anak muda punya potensi bisa kemana saja di luar Indonesia dengan bersekolah atau berkarier.

Tapi mereka harus tetap cinta tanah air dimanapun berada. Sebab Indonesia merdeka ini juga berkat perjuangan anak muda dengan tiga ikrar itu jauh sebelum kemerdekaan RI.

 "Kondisi itu tetap harus terus dijaga dan masih relevan sampai kapanpum," pungkasnya. Sylvianita Widyawati


Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved