Berita Batu Hari Ini
Kota Batu Maksimalkan Potensi Wisata dan Produk Pertanian Demi Kesejahteraan Warga
Kota Batu, selain berpredikat sebagai kota wisata, juga didominasi lahan pertanian sehingga mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Sebagai kota yang berada diketinggian tak lantas membuat pertanian di Kota Batu berjalan tanpa kendal. Diakui Aries Agung Paewai ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mengembangkan produk unggulan tersebut.
Di antaranya ketergantungan pada Iklim, serangan hama dan penyakit, perbedaan kualitas dan standar yang diminta oleh konsumen, keterbatasan lahan dan SDA dengan meningkatnya jumlah penduduk, serta perubahan preferensi dan gaya hidup konsumen.
“Tidak dipungkiri sektor pertanian tanaman pangan sangat bergantung pada kondisi iklim dan cuaca. Perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem seperti yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kualitas hasil panen, mengurangi ketersediaan pangan, dan meningkatkan harga pangan. Belum lagi serangan hama dan penyakit pada tanaman dapat menyebabkan penurunan produksi,” jelasnya.
Terkait perbedaan kualitas dan standar yang diminta oleh konsumen diakui Aries menjadi salah satu kendal, sebab dengan adanya perbedaan kualitas dan standar produk pangan bervariasi di berbagai wilayah sering kali menyulitkan produsen dalam memenuhi standar kualitas produk pertanian pangan di pasar, terutama bagi produsen kecil atau lokal yang mungkin tidak memiliki akses ke teknologi atau sertifikasi yang diperlukan.
Untuk keterbatasan Lahan dan Sumber Daya Alam, dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan pangan juga meningkat. Namun, lahan pertanian di Kota Batu juga semakin berkurang karena terjadinya alih fungsi lahan untuk pembangunan.
Sumber daya seperti air dan energi yang dibutuhkan untuk produksi pangan juga semakin terbatas, termasuk dalam hal ini minat generasi muda untuk bertani juga semakin menurun.
Sedangkan perubahan preferensi dan gaya hidup konsumen, seperti meningkatnya permintaan akan pangan sehat, organik, atau bebas bahan tambahan, memaksa produsen untuk berinovasi. Namun, inovasi ini tidak selalu mudah atau murah untuk diterapkan, terutama bagi petani berskala kecil.
Sementara untuk hasil produk pangan unggulan Kota Batu, dikatakan Aries Paewai telah berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batu bahkan skala Indonesia.
“Seperti halnya produksi pertanian pangan sayuran dan buah-buahan terutama Wortel, Kentang, Apel dan Jeruk telah banyak diserap untuk memenuhi pasar di seluruh wilayah Indonesia,” terangnya.
Untuk tanaman Kentang Batu banyak diserap oleh PT SIANTAR TOP Surabaya sebagai bahan baku untuk pembuatan makanan olahan kentang dengan berbagai variasinya.
“Pemkot Batu memiliki target untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman pangan terutama tanaman pangan sayuran dan buah-buahan untuk menjadi produk ekspor, melalui aneka keripik sayur dan buah."
"Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencapai target tersebut, seperti peningkatan kualitas produk, peningkatan diversifikasi produk olahan, standarisasi mutu, dan juga promosi ke pasar,” tutur pria yang juga menjabat sebagai kepala dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur itu.
Untuk mencapai target tersebut Pemkot Batu melalui dinas terkait telah melakukan berbagai inovasi. Di antaranya lewat pengolahan hasil pertanian, pengembangan produk olahan dari apel, seperti jus, selai, dan keripik, untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai tambah.
Teknologi Pertanian Presisi, dengan bantuan sensor, drone, dan kecerdasan buatan (AI), pertanian presisi memungkinkan petani mengelola lahan dengan lebih efisien.
Teknologi ini membantu mengontrol kebutuhan sumberdaya, air, pupuk, dan pestisida sehingga bisa meningkatkan hasil produksi dan mengurangi dampak lingkungan, yang dikembangkan melalui Inovasi Among Tani CROP (Among Tani Cepat Respon Opini Publik), yaitu merupakan aplikasi di bidang pertanian yang berfungsi sebagai penyedia informasi dan forum diskusi petani dengan para ahli tani.
Pemkot Batu
Kota Batu
Aries Agung Paewai
Pertanian
Gunung Panderman
Gunung Arjuno
Gunung Welirang
SURYAMALANG.COM
Jelang Nataru BNN Gelar Tes Urine Di Empat Lokasi Hiburan Malam di Kota Batu |
![]() |
---|
Hasil Tes IVA Dinkes Kota Batu Deteksi 3 Orang Suspect Kanker Serviks dan 1 Orang Tumor Serviks |
![]() |
---|
Jasa Yasa Gandeng Investor untuk Revitalisasi Hotel Songgoriti Kota Batu |
![]() |
---|
Inilah Titik Rawan Macet di Kota Batu saat Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 |
![]() |
---|
Hotel Songgoriti Jadi Angker, Koordinator LSM Pro Desa Menilai Jasa Yasa Harus Dievaluasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.