Berita Batu Hari Ini
Kota Batu Maksimalkan Potensi Wisata dan Produk Pertanian Demi Kesejahteraan Warga
Kota Batu, selain berpredikat sebagai kota wisata, juga didominasi lahan pertanian sehingga mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Lebih lanjut Pj Wali Kota mengatakan, salah satu fitur yang tersedia di CROP adalah fitur penanganan keluhan Petani. Melalui fitur ini, petani dapat mencari solusi untuk menangani serangan organisme pengganggu tanaman.
Berikutnya, Inovasi Among Sabin yang memberikan pelayanan dibidang informasi lahan guna optimalisasi dan pemanfaatan lahan pertanian berkelanjutan.
Inovasi Sartani Gaya KWB, Inovasi Sartani Gaya ((Sejahtera Petani Bahagia dan Berdaya) merupakan perpaduan dari berbagai kegiatan, mulai pembuatan website pemasaran produk pertanian dan UMKM hingga pelatihan pertanian dengan bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
Inovasi Pesenan Enak (Pelayanan Kesehatan Hewan dan Ternak) Merupakan realisasi untuk dapat memberikan pelayanan prima dibidang Peternakan dan Perikanan. Pesenan Enak dikembangkan sebagai solusi bagi peternak dalam mengatasi Keluhan Seputar Penyakit pada Hewan Ternak.
Pertanian Vertikal dan Hidroponik, yang dikembangkan untuk Kawasan Pangan Rumah Lestarisebagai solusi untuk menanam tanaman di area yang kecil atau bahkan dalam ruangan. Inovasi ini sangat efektif untuk menghasilkan tanaman sayuran dengan penggunaan air dan ruang yang minim.
Teknik Penyimpanan dan Pengemasan Pangan yang Lebih Baik, melalui optimalisasi Unit PLUT yang menyediakan pelayanan penggorengan produk pangan tanpa minyak, dan pengemasan produk pangan yang lebih baik dengan standar yang ditetapkan guna mempertahankan kesegaran produk lebih lama atau kemasan yang dapat didaur ulang, sangat penting untuk mengurangi limbah pangan dan memperpanjang umur produk.
“Dan dampaknya, mengingat hampir 39 persen penduduk Kota Batu bermata pencaharian sebagai petani, maka peningkatan produk unggulan Kota Batu di sektor pertanian ini memberikan dampak positif bagi petani."
"Mulai dari peningkatan pendapatan, peningkatan kesejahteraan dan terbukanya peluang usaha. Petani dapat mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian dan membuka lapangan kerja,” pungkas Aries Agung Paewai.
Mengacu pada data BPS Kota Batu, pada tahun 2023, berdasarkan PDRB adhb total selama kurun waktu tiga tahun terakhir, sektor pertanian, peternakan dan perkebunan, merupakan sektor yang memiliki kontribusi utama bagi perekonomian Kota Batu, yaitu Tahun 2021 Rp 1.576,08 miliar atau 15,50 persen dari total PDRB, Tahun 2022 Rp 1.630,70 miliar atau 15,18 persen dari total PDRB, Tahun 2023 Rp 1.699,55 miliar atau 15,14 persen dari total PDRB. Total PDRB Kota Batu 2023 = Rp 12.934 miliar.
Pemkot Batu
Kota Batu
Aries Agung Paewai
Pertanian
Gunung Panderman
Gunung Arjuno
Gunung Welirang
SURYAMALANG.COM
Jelang Nataru BNN Gelar Tes Urine Di Empat Lokasi Hiburan Malam di Kota Batu |
![]() |
---|
Hasil Tes IVA Dinkes Kota Batu Deteksi 3 Orang Suspect Kanker Serviks dan 1 Orang Tumor Serviks |
![]() |
---|
Jasa Yasa Gandeng Investor untuk Revitalisasi Hotel Songgoriti Kota Batu |
![]() |
---|
Inilah Titik Rawan Macet di Kota Batu saat Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 |
![]() |
---|
Hotel Songgoriti Jadi Angker, Koordinator LSM Pro Desa Menilai Jasa Yasa Harus Dievaluasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.