Kamis, 23 April 2026

Berita Malang Hari Ini

SMK Bukan Penyumbang Pengangguran, Ada yang Bekerja, Kuliah Hingga Wirausaha

Direktur SMK, Dr M Yusro SPd MT PhD menyebutkan, jika lulusan SMK bukan penyumbang pengangguran.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Direktur SMK Dr M Yusro SPd MT PhD saat di SMK PGRI 3 Kota Malang, Kamis (5/12/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Direktur SMK, Dr M Yusro SPd MT PhD menyebutkan, jika lulusan SMK bukan penyumbang pengangguran. Hal itu disampaikan saat hadir pada kegiatan di SMK PGRI 3 Kota Malang, Kamis (5/12/2024).

Dari data hasil treasure study, sebanyak 43 persen lulusan SMK bekerja. Sisanya, 24 persen melanjutkan studi dan 26 persen berwirausaha.

"Yang nganggur itu sedikit," kata Yusro di acara itu.

Lulusan SMK yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi termasuk banyak.

Ia mencontohkan dirinya dulu lulusan STM (sekarang SMK) di sebuah SMKN di Jakarta di program keahlian Teknik Elektro.

Meski diterima di sebuah perusahaan, ia memutuskan kuliah. Ia menyelesaikan S1 hingga S3-nya di Teknik Elektro. Bahkan S3-nya di Perancis.

"Karena homebase saya dosen, jurusannya harus linier," kata dia.

Jika ada yang mengatakan lulusan SMK tidak berkualitas juga tidak benar.

Sebab lulusan SMK di Indonesia ada yang melaju hingga ke ajang world skill.  Menurutnya, minat siswa ke SMK juga sangat tinggi.

Terutama dari keluarga menengah ke bawah. Jumlah siswa SMK di Indonesia saat ini mencapai 5 juta dari 14.442 lembaga.

Sebanyak 26 persen adalah SMK Negeri dan sisanya, 74 persen adalah SMK swasta. Meski jumlah SMK Negeri hanya 26 persen, tapi jumlah siswanya mencapai 2,5 juta.

Sisanya, 2,5 juta berada di 74 persen SMK swasta. Dengan banyaknya lembaga SMK, perlu peran serta masyarakat termasuk industri untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaganya.

Selain itu, siswa SMK juga perlu ditingkatkan basic sciencenya melalui AI, coding yang juga akan dijadikan sebagai mapel pilihan di SD.

Basic science itu termasuk mapel Matematika. Tapi banyak siswa yang tidak suka mapel Matematika termasuk Bahasa Inggris.

Dikatakannya, kementrian yang baru mengelola beberapa isu penting dalam pendidikan. Ada beberapa hal yang dicoba dibenahi dan dikembangkan menteri di SMK. Yaitu SMK masa depan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved