Libur Nataru 2025

Wisata Alam di Malang Cocok untuk Camping Bersama Keluarga, Ada Rindang Glamping dan Pantai Wonogoro

Wisata alam Rindang Glamping Kota dan Pantai Wonogoro Malang cocok untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sembari camping bersama keluarga.

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO/PEMKOT BATU
Wisata alam Rindang Glamping di Kota Batu dan Pantai Wonogoro Kabupaten Malang cocok untuk camping bersama keluarga saat libur Nataru 2025. 

Wisata Alam di Malang Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga, Ada Rindang Glamping dan Pantai Wonogoro

SURYAMALANG.COM KOTA BATU – Wisata alam Rindang Glamping Kota dan Pantai Wonogoro Malang cocok untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sembari berkemah (camping) bersama keluarga.

Namun, sebelum Anda menentukan untuk camping, sebaiknya perhatikan dulu informasi cuaca dari Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) setempat.

Hal itu supaya Anda Bersama keluarga bisa memastikan kondisi cuaca aman atau tidak untuk camping di alam.

Meski begitu, Anda perlu mendapatkan informasi tentang wisata alam Rindang Glamping dan Pantai Wonogoro supaya mendapatkan pilihan wisata yang dikunjungi saat berada di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Rindang Glamping berada di tengah hutan pinus yang ada di Jalan Sumber Urip, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Pengelola wisata Rindang Glamping menawarkan kesejukan dan ketenangan alam Kota Batu yang sudah lama dikenal dengan udaranya yang membuat paru-paru segar.

Namun, Anda harus tahu, bahwa pengelola Rindang Glamping menawarkan tarif semalam hamper sama dengan menyewa kamar hotel berbintang.

Pasalnya, pengelola Rindang Glamping berupa penginapan mewah dan unik di alam.

Untuk tarif semalam, aplikasi pemesanaan tiket menyebutkan harganya sekitar Rp 1,7 juta.

Baca juga: 5 Lokasi Wisata di Malang Paling Direkomendasikan Google Review, Bisa Jadi Tujuan Saat Libur Nataru

Rindang Glamping ini sengaja diresmikan menjelang libur Nataru 2025.

Pemilik Rindang Glamping, Bianca mengaku ingin menyajikan sesuatu yang baru di Kota Batu dengan memperkenalkan Glamorous Camping.

Di sana terdapat 10 glamping dengan luas sekitar 32 meter persegi.

Di Rindang Glamping itu, pengelola memberikan fasilitas lengkap standar hotel berbintang.

Bagi para tamu yang menginap di sana akan mendapat polo pendem dan minuman dari pegiat UMKM Malang Raya.

“Kami sudah menggandeng UMKM, baik di Kota Batu maupun di wilayah Malang Raya, termasuk memberdayakan orang-orang di sekitar,” kata Bianca, Senin (16/12/2024).

Baca juga: Rekomendasi Wisata Kuliner di Sekitar Area Kayutangan, Lokasi Pilihan Saat Libur Nataru 2025

 

“Kami membuka sistem baru, bagaimana sebuah destinasi bisa bermanfaat untuk warga sekitarnya sekaligus menjadikan memori atau kenangan indah bagi tamu yang menginap di sini,” ujarnya.

Wisata Pantai Wonogoro

Di Kabupaten Malang juga terdapat wisata alam untuk camping.

Lokasinya ada di Pantai Wonogoro di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Alam di Pantai tersebut bisa juga dijadikan pilihan destinasi wisata saat libur Nataru 2025.

Di sana terdapat fasilitas area camping ground yang membuat wisatawan bisa bermalam di pergantian tahun baru.

Selain Pantai Balekambang dan pantai terkenal lainnya di Malang Selatan, Pantai Wonogoro patut masuk dalam daftar destinasi wisata akhir tahun 2024.

Pantai ini terbilang baru atau masih asing di telinga para wisatawan.

Namun keindahan alam di pantai ini jangan diragukan.

Baca juga: Wisata Dusun Kuliner di Desa Tulungrejo Cocok Jadi Destinasi Wisata saat Liburan Nataru di Kota Batu

Wisatawan yang ingin ke pantai itu hanya menempuh waktu dua jam dari Kota Malang.

Akes menuju Pantai itu tak jauh dari Jalan Lintas Selatan (JLS).

Kurang lebih dari JLS kemudian masuk ke pantai hanya berjarak kurang lebih 2 kilometer.

Jalan menuju ke pantai itu bisa diakses oleh kendaraan pribadi roda empat maupun bus.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Samudera Emas, Suliswanto (38) mengatakan, meskipun terbilang pantai baru, namun di wisata ini sudah ada beberapa fasilitas.

Fasilitas yang disediakan antara lain, spot foto, toilet, musalah, warung, hingga area camping ground. Untuk camping, pengelola juga menyediakan sewa tenda. Dengan harga Rp 100 ribu per hari.

"Kami menyediakan 30 tenda, itu kami sewakan Rp 100 ribu untuk waktu 24 jam. Penyewa hanya perlu membayar nanti kami pasangkan dan tinggal menempati saja," kata Sulis ketika dikonfirmasi.

Sampai saat ini, sudah ada enam penyewa yang melakukan reservasi tenda.

Jika 30 tenda yang disediakan tidak mencukupi, Sulis telah bekerjasama dengan penyewa tenda di Kota Malang.

"Kemarin kami sudah kerja sama dengan penyewa tenda, kalau di sini kurang, mereka siap kirim tendanya," ujarnya.

Selain itu, pengunjung tidak perlu khawatir soal persediaan makan, karena di pantai ini terdapat delapan warung.

Warung-warung itu menjual aneka makanan, minuman, maupun kebutuhan wisatawan lainnya.

Imbauan pengamat

Pengamat Pariwisata Universitas Brawijaya Faidlal Rahman mengatakan perlu ada payung regulasi terkait standar tanggap bencana yang harus disiapkan oleh pemerintah di tempat wisata alam.

Sebab, Malang Raya cukup dikenal dengan banyaknya objek wisata yang bernuansa alam.

Selain itu, Malang Raya juga dikenal dengan potensi wisata buatan yang kebanyakan dimiliki oleh pihak swasta.

"Regulasi itu menjadi penting agar kemudian objek wisata itu dapat memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para pengunjung,"

"Dipastikan objek wisata ini memang harus sudah memenuhi standar tanggap bencana yang mungkin perlu disiapkan oleh pemerintah," ucapnya pada Surya Rabu (11/12/2024).

Bisa dibilang, Malang Raya merupakan surganya pariwisata karena memiliki wisata komplit di dalamnya.

Dosen Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya itu juga telah merangkum beberapa aspek yang membuat seseorang mau dan tidaknya untuk berwisata.

Hal ini juga bisa menjadi acuan sebelum pergi untuk berwisata.

"Artinya begini, orang akan berkunjung ke sebuah destinasi wisata pasti dia akan memperhatikan beberapa aspek, salah satunya adalah dia punya uang atau tidak, kalau dia punya uang tapi tidak punya kesempatan pasti tidak akan berangkat," ujarnya.

"Begitu juga kalau tidak punya kesempatan, tapi punya uang juga pasti tidak akan berangkat juga, kan seperti itu," ujarnya.

Lalu selanjutnya ialah memperhitungkan aspek cuaca.

Apabila iklim dan cuaca ini tidak menentu, itu dapat mempengaruhi wisatawan untuk malas untuk berwisata.

Karena kenyamanan itu dapat menjadi faktor penting untuk memutuskan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata.

Menurut Faid, wisatawan yang sudah kerap kali berwisata pasti akan memahami sejumlah aspek tersebut.

Mereka akan dapat memperhitungkan berbagai macam resiko yang akan dihadapinya.

"Kondisi ini berbeda bagi wisatawan yang sudah berkunjung ke berbagai macam daerah, dia pasti dapat berhitung,"

"Apalagi saat dihadapkan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu,"

"Kecuali kalau ada dorongan untuk menghibur anaknya atau keluarga, itu bisa saja dia dengan terpaksa untuk berlibur dengan kondisi alam yang tak menentu ini," tandasnya. (Lu’lu’ul Isnainiyah/Dya Ayu Wulandari/Rifky Edgar)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved