Buntut Siswa Disuruh Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP Viral, Nasib Guru Kini Terancam Dipecat

Media sosial sempat digegerkan dengan video seorang siswa SD dihukum belajar di lantai kelas gegara nunggak SPP.  Kini guru terancam dipecatl

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Buntut Siswa Disuruh Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP Viral, Nasib Guru Kini Terancam Dipecat 

Kamelia hanya tidak terima dengan perlakuan Haryati yang mempermalukan anaknya di depan siswa lain selama tiga hari.

"Saya coba buat video itu hanya untuk memberi pelajaran, bukan untuk buat seperti viral atau saya mengharap dapat bantuan, bukan gitu," jelas Kamelia.

Ia juga tidak berniat menjelek-jelekkan nama sekolah.

"Saya juga enggak juga punya niat untuk buat jelekan sekolah, tidak. Saya hanya menyayangkan sikap oknum gurunya," tegas dia.

Menurutnya, hanya guru Haryati yang bersikap arogan di sekolah tersebut. sehingga seluruh guru terkena dampaknya.

"Cuma dia (guru itu) yang bersifat kayak gitu sama murid, jadi biar ada efek jeranya juga."

"Jangan ada (peristiwa) yang dialami kayak anak saya jangan ada korban lagi," tuturnya.

Baca juga: Ingat Joni Bocah NTT Panjat Tiang Bendera Dijanjikan Jadi TNI Oleh Jokowi?Kini Sah jadi Serda TNI AD

Kamelia berencana memindahkan anaknya ke sekolah lain karena trauma.

Jika pihak sekolah memecat wali kelas bernama Haryati, Kamelia tak akan memindahkan anaknya.

"Saya berkoordinasi dengan kepala sekolah, 'Bu kalau dia enggak keluar, saya tarik anak saya'."

"Karena otomatis anak saya trauma," ucapnya, Sabtu (11/1/2025).

Menurut Kamelia, MI akan dibenci para guru-guru di sekolah lantaran videonya viral di media sosial.

MI juga akan trauma melihat Haryati yang memberi hukuman duduk di lantai.

"Saya tahu, akibat kejadian itu pasti membuat anak saya dibenci," tandasnya.

Kini Ketua Yayasan Abdi Sukma Medan, Ahmad Parlindungan, buka suara.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved