Jumat, 1 Mei 2026

LIPSUS Jual Beli Mobil Bekas Malang Raya

INFO Jual Beli Mobil Bekas Jelang Ramadan 2025, Warga Malang Raya Silakan Simak Ulasan Penting Ini

Geliat Jual Beli Mobil Bekas Jelang Ramadan 2025, Warga Malang Raya Silakan Simak Info Penting Ini

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Rifki Edgar
MOBIL BEKAS: Sejumlah mobil bekas yang berada di showroom mobil Agung Abadi Motor, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jelang Ramadan 2025, geliat jual beli mobil sudah mulai terasa. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Para pengusaha jual beli mobil bekas mulai menaikan stok unit menjelang Ramadan 2025.

Geliat jual beli diprediksi meningkat sehingga kebutuhan stok mobil sangat dipertimbangkan.

Fauzi Romadon, pemilik auto99mobil telah mengambil 20 unit dari target 40 unit untuk stok.

Berbagai macam jenis mobil dipamerkan di tempatnya yang berada di Jalan Simpang Sulfat Selatan, Kota Malang.

Fuazi cukup optimistis penjualan pada tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu yang dirasa kurang bergairah.

"Tahun kemarin kurang signifikan. Kalau tahun ini sepertinya ada kenaikan."

"Sebelum puasa, stok kami tambah karena saat ini harga naik, efek dari mobil baru yang harganya juga naik," ujar Fauzi membuka obrolah dengan SURYAMALANG.COM, Jumat (31/1/2025).

Jelang Ramadan 2025, Fauzi mengumpulkan stok mobil kaegori fast moving seperti Avanza, Xenia, Zigra, ataupun Calya.

Ia mengatakan, tradisi saat menyambut Lebaran, orang-orang ingin segala sesuatunya terlihat baru.

Stok-stok kendaraan tersebut bisa menjadi pilihan untuk orang-orang yang hendak membeli mobil bekas.

"Kami stok banyak, kami pun ambilnya tidak murah. Kompetisi showroom tidak nyari konsumen saat ini, tapi nyari barang. Kalau kami utamakan kualitas," ungkapnya.

Ia memberikan asuransi hingga sebulan kepada pembeli yang bertransaksi di auto99mobil.

Pembeli juga akan mendapatkan garansi dari lembaga pembiayaan. 80 persen pelanggannya membeli mobil bekas dengan cara kredit.

Fauzi yang juga pernah bekerja di lembaga keuangan berbagi cara bagaimana cara yang efektif mengambil kredit kendaraan.

Berdasarkan pengalamannya, kredit kendaraan harus mempertimbangkan pemanfaatannya. Jika kendaraan digunakan secara konsumtif, ia menyarankan bia beli cash.

"Cash kualitasnya bagus tapi memang harus keluar banyak di awal," katanya.

Jika ingin mengambil kredit, perlu juga dipertimbangkan ada usaha yang bisa diputar sehingga penghasilannya dapat digunakan membayar kredit.

Misal membeli mobil secara kredit untuk menjalankan usaha. Fauzi pun mengaku membeli motor dengan cara kredit.

"Jadi misal harga Rp 170 juta, saya bayar uang muka mobil bekas Rp 20 juta, yang sisa Rp 150 juta bisa digunakan untuk memutar usaha."

"Penghasilan dari usaha tersebut kan bisa digunakan untuk bayar kredit," katanya.


Cara itu cukup efektif untuk memanfaatkan pembayaran kredit tanpa harus terbebani.

Setiap pelanggan yang datang ka auto99mobil juga bisa berkonsultasi keuangan dengan Fauzi. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pelanggan yang datang ke auto99mobil.

"Kalau teorinya kan idealnya cicilan itu 1/3 dari penghasilan. Misal penghasilannya Rp 6 juta per bulan, jadi amannya cicilan Rp 2 juta."

"Tapi kadang kan ada penghasilan di luar itu. Ada beberapa fakto lain yang dipertimbangkan," katanya.

Di tempat terpisah, pemilik Ragil Autocar, Mufid Effendy juga sedang mencari stok untuk menghadapi momen Ramadan dan Lebaran.

Ia berharap penjualan pada Ramadan tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, ada tujuh mobil yang berada di garasi untuk dijual.

Tahun-tahun sebelumnya, ia menilai penjualan lesu. Berdasarkan analisisnya, kondisi di Kota Malang lebih banyak penjual daripada pembeli.

Persentasenya 70 persen penjual dan 30 persen pembeli.Konsumen memiliki banyak pilihan sehingga jual beli sering terjadi antar pedagang.

"Kalau dulu ramai jika menjelang Ramadan. Untuk mobil bekas tiga bulan terakhir agak kurang."

"Jadi penjualannya tidak seramai dulu. Dulu, sebulan bisa keluar minimal tiga sampai lima, sekarang dua sampai tiga. Mungkin karena kondisi ekonomi. Dulu second kredit itu banyak," paparnya.

Mufid berbagi tips agar konsumen tidak salah pilih barang yang hendak dibeli.

Menurutnya, jika ingin membeli mobil bekas pelanggan jangan sampai tergiur dengan harga yang murah. Belum tentu harga yang murah memberikan kualitas produk yang bagus.

"Jangan tergiur dengan harga. Pengalaman kami sendiri, kami juga sering keliru. Setelah dibeli, lalu diperbaiki."

"Biaya perbaikan lebih mahal jatuhnya. Kalau saran saya, memang ada harga ada rupa."

"Untuk hal-hal yang lain, perhatikan mesin dan tubuh kendaraan. Diperhatikan juga apakah ada bekas kecelakaan atau tidak," katanya.

Ia juga menyarankan agar calon pembeli bisa mengenal dengan baik orang yang punya dealer.

Situasi bisa menjadi lebih meyakinkan pelanggan, apalagi juga kenal dengan mekanis atau orang bengkel.

Selain itu, juga ada jasa inspeksi profesional yang bisa dipilih untuk membantu memastikan kondisi mobil.

Mufid mulai mencari stok untuk melayani kebutuhan pelanggannya. Barang yang berkualitas menjadi pilihan.

Ia banyak mencari barang dari pedagang lainnya. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah harga.

Menurutnya, terkadang harga yang ditawarkan tidak cukup meyakinkan pelanggan untuk membeli. Di sisi yang lain, barang yang dijual berkualitas meskipun barang bekas.

"Ada barang bagus, hanya harganya, kami jual ke konsumen agak memberatkan. Kadang kami tidak bisa kayak dulu yang perputaran cepat."

"Konsumen sekarang banyak pilihan tempat. Kami meyakini, ada harga ada rupa. Memang kalau Ramadan permintaannya agak naik.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved