Biogas Malang
Pengelolaan Biogas di Sanan Kota Malang, Jadi Pilihan Alternatif di Tengah Sulitnya Beli LPG 3 Kg
Warga Sanan, Gang 12, Kelurahan Purwantoro banyak menggunakan biogas sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan masak di dapur.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Di saat rantai jual beli gas Elpiji atau LPG 3 Kg di Indonesia tengah riuh di awal bulan Februari ini, Warga Sanan, Gang 12, Kelurahan Purwantoro kota Malang bisa tenang dengan Biogas mereka.
Alih-alih mengantre untuk dapatkan gas elpiji 3 Kg, sejumlah warga yang menggunakan biogas sebagai alternatif bahan bakar tak terdampak.
Warga Sanan, Gang 12, Kelurahan Purwantoro banyak menggunakan biogas sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan masak di dapur.
Iwan Hariyono (48), seorang warga yang mengelola biogas di kawasan itu bercerita, ada 26 kompor yang telah menggunakan biogas.
Biogas di lingkungannya telah beroperasi sejak awal 2024.Bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Warga yang menggunakan biogas tidak dipungut biaya sepeser pun.
Mereka bisa menggunakan gas untuk kebutuhan masak.
"Beberapa waktu lalu bahkan sempat untuk usaha dua warga, namun kemudian diubah karena dampaknya adalah pasokan gas cepet habis," kata Iwan, Selasa (4/2/2025).
Warga yang hendak mendapatkan layanan biogas hanya perlu membeli peralatan seperti pipa dan kompor biogas.
Bisa juga mengubah kompor gas biasa menjadi kompor biogas.
Biayanya berkisar antara Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu bagi warga yang rumahnya dekat dengan kandang sapi.
Setiap hari, kotoran sapi dikumpulkan untuk diolah menjadi biogas.
Beruntungnya, pengolahan di Sanan cukup efektif karena pasokan air yang melimpah.
Setiap pukul 12 malam, keran biogas ditutup untuk menghemat energi yang dikeluarkan dari kotoran sapi.
"Nanti dibuka kembali pukul 6 pagi," kata Iwan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.