Reshuffle Kabinet Prabowo

BOCORAN Menteri Kena Reshuffle, Bahlil Lahadalia Dicutik usai Kisruh LPG 3 Kg? Golkar Tak Yakin

Suasana politik menghangat setelah Presiden Prabowo Subianto melemparkan sinyal isu reshuffle kabinet setelah 100 hari kerja.

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: iksan fauzi
Kolase Kompas.com/Rahel/FIKA NURUL ULYA
RESPONS RESHUFFLE KABINET: Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (kiri) dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kanan). Idrus Marham dan Sufmi Dasco merespons isu reshuffle kabinet Prabowo. Nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun diisukan bakal kena reshuffle imbas kisruh LPG 3 Kg beberapa hari lalu. 

"Tidak jelas karena ada tukang olah-mengolah. Apa olahannya? Ya itu tadi dalam perspektif politik praktis, ini mengadu domba," ujarnya.

"Selalu saya katakan, tidak mungkin. Gerindra dengan Golkar bukan domba. Kemudian kalau mau dipecah-pecah, ini bukan barang pecah-pecahan, dan bahkan ada pengikatnya," tegas Idrus.

AMPG

Sementara itu, Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar Said Aldi Al Idrus menduga ada pihak-pihak tidak suka dengan Bahlil Lahadalia.

Said mengatakan itu merespons isu reshuffle kabinet Prabowo.

"Nah bagi yang tidak senang, mungkin banyak isu-isu yang dimunculkan," kata Said di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.

Said menuding kritik terhadap kebijakan Bahlil melarang pengecer menjual gas LPG 3 Kg adalah isu negatif yang dimunculkan.

Meski kebijakan tersebut sudah dicabut dan pengecer diminta mendaftar sebagai subpangkalan resmi, isu tersebut terus bergulir.

Padahal, menurut dia, kebijakan tersebut dibuat Bahlil agar masyarakat dapat memperoleh gas elpiji 3 Kg dengan harga terjangkau.

"Mengenai gas, menteri kita semuanya berkeinginan supaya rakyat tidak terbebani dengan harga mahal seperti yang ada sekarang," kata Said.

"Harga Eceran Tertinggi (HET) gas itu hanya Rp 12.750. Tapi sampai ke bawah itu hanya Rp 25.000. Nah, ini bagaimana pemerintah akan memutus mafia-mafia gas ini?" ujar dia.

Sebelumnya, Prabowo melempar sinyal reshuffle kabinet dengan menyebut bakal menyingkirkan mereka yang tidak mau bekerja untuk rakyat.

"Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan," ujar Prabowo saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025) malam.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved