Tabung LPG 3 Kg Langka

Tak Ada Lagi Antrian LPG 3 Kilogram di Kota Batu, Warga Lega Pasca Presiden Batalkan Kebijakan

“Alhamdulillah sudah tidak antre dan jauh lagi untuk beli gas LPG. Sekarang di warung dekat rumah sudah kembali jualan"

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
AGEN LPG KOTA MALANG - Pekerja memindahkan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (Kg) bersubsidi untuk didistribusikan ke pangkalan di Agen LPG PSO Siaga, Kota Malang, Jumat (7/2/2024). Warga Kota Batu tak lagi kesulitan dapatkan gas LPG 3 Kg 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kelangkaan LPG 3 Kilogram di Kota Batu kini sudah tak terjadi lagi.

Hal ini menyusul pembatalan kebijakan yang sebelumnya dikeluarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil yang melarang penjualan LPG 3 kilogram secara eceran per tanggal 1 Februari 2025 .

Presiden Prabowo meminta pembatalan kebijakan Bahlil karena menimbulkan polemik di masyarakat.

Kebijakan pembelian gas LPG 3 Kg langsung ke pangkalan mengakibatkan masyarakat kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram karena harus mengantre di pangkalan atau agen resmi.

Padahal sebelumnya masyarakat dapat membeli gas LPG 3 kilogram di pengecer yang lokasinya berada di dekat rumah.

Menurut Sumiati ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Torongrejo Kecataman Junrejo Kota Batu, setelah adanya perubahan kebijakan, gas LPG 3 kilogram dapat kembali dijual di kalangan pengecer.

Ia sudah tidak kesulitan lagi mencari gas tabung melon

“Alhamdulillah sudah tidak antre dan jauh lagi untuk beli gas LPG. Sekarang di warung dekat rumah sudah kembali jualan. Kalau bisa aturannya jangan diubah-ubah. Kasihan rakyat kecil,” kata Sumiati kepada Suryamalang.com, Minggu (9/2/2025).

Senada dengan Sumiati, Endang Sulastri warga Kelurahan Temas juga mengaku setelah pengecer kembali bisa berjualan dengan mengurus beberapa ketentuan yang ditetapkan pemerintah, kini ia dan ibu rumah tangga di sekitarnya sudah tak kebingungan lagi mencari LPG 3 kilogram.

“Saya sudah tidak melihat antrean di pangkalan. Kemarin-kemarin pas baru diberlakukan di warung gak boleh jualan itu semua beli di pangkalan dan satu KTP cuma boleh beli satu LPG. Jadinya antre panjang. Sekarang aman, toh saya beli kemarin di pangkalan harganya juga Rp 20 ribu kayak eceran,” jelas Endang.(myu)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved