2 Perusahaan Air Minum Penyebab 4000 Petani di Malang Kekurangan Air, Program Prabowo Terancam Gagal

2 Perusahaan air minum penyebab 4000 petani di Malang kekurangan air, Sumberpitu Tumpang dieksploitasi program Prabowo Subianto terancam gagal.

Suryamalang.com/Imam Taufiq/Instagram @presidenrepublikindonesia
PETANI KEKURANGAN AIR - Kondisi sawah di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang (KANAN) kekeringan air, 4000 petani menjerit mata air Sumberpitu dieksploitasi 2 perusahaan air minum. Presiden Prabowo Subianto (KIRI) saat menyampaikan selamat Hari Pers Nasional ke-79, 9 Februari 2025. Program Presiden penguatan ketahanan pangan di Malang nyata jauh dari harapan. 

SURYAMALANG.COM, - Dua perusahaan air minum penyebab 4000 petani di Malang kekurangan air merupakan realita lapangan dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto.

Program Prabowo yang ingin melakukan penguatan ketahanan pangan nyatanya tidak semudah membalikkan tangan. 

Ada beragam masalah di masyarakat khususnya para petani di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang kini harus melawan 2 perusahaan air minum

Sejak dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan prioritas pemerintah pada empat sektor utama.

Baca juga: Jerit Pilu Penyiar RRI di PHK Massal Imbas Efisiensi Anggaran, Curhat ke Prabowo: Demi Makan Gratis

Empat sektor itu adalah memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mengakselerasi hilirisasi. 

Mencuatnya keluhan para petani itu setelah perwakilan warga berkunjung ke rumah Hadi Mustofa, anggota DPRD empat periode dari Partai Demokrat.

Para petani mengadu ke Ketua DPC Demokrat itu karena dianggap wakil rakyat dari Dapil-nya.

"Iya, kami kenal baik dengan mereka. Kami jelaskan, agar membuat surat pengaduhan ke gedung dewan saja, nanti biar kami selesaikan bersama anggota komisi," tutur Gus Top sapaannya di Kecamatan Pakis, Minggu (9/2/2025).

Gus Top bisa menyadari apa yang dikeluhkan 4.000 petani itu karena sumber airnya di Sumberpitu dikuasai dua perusahaan air minum tanpa ada batas.

"Makanya, itu harus dicarikan solusi, agar warga tak gagal panen terus" terang Gus Top.

"Sebaliknya, batas pengambilan air oleh PDAM Kota dan Kabupaten Malang, ya jangan seenaknya begitu kasihan petani," pungkas Gus Top.

Jeritan Petani

Sebanyak 4000 petani di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mengelola sawah seluas sekitar 950 hektare (Ha).

Nasib mereka saat ini bisa dibaratkan seperti ayam mati di lumbung padi, karena memiliki sumber mata air di desanya, namun malah kekurangan air.

Itu karena beberapa sumber mata air, salah satunya Sumberpitu yang ada di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang dieksplotasi tanpa batas alias ugal-ugalan oleh dua perusahaan daerah air minum. 

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved