2 Perusahaan Air Minum Penyebab 4000 Petani di Malang Kekurangan Air, Program Prabowo Terancam Gagal
2 Perusahaan air minum penyebab 4000 petani di Malang kekurangan air, Sumberpitu Tumpang dieksploitasi program Prabowo Subianto terancam gagal.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Dua perusahaan air minum penyebab 4000 petani di Malang kekurangan air merupakan realita lapangan dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto.
Program Prabowo yang ingin melakukan penguatan ketahanan pangan nyatanya tidak semudah membalikkan tangan.
Ada beragam masalah di masyarakat khususnya para petani di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang kini harus melawan 2 perusahaan air minum.
Sejak dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan prioritas pemerintah pada empat sektor utama.
Baca juga: Jerit Pilu Penyiar RRI di PHK Massal Imbas Efisiensi Anggaran, Curhat ke Prabowo: Demi Makan Gratis
Empat sektor itu adalah memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mengakselerasi hilirisasi.
Mencuatnya keluhan para petani itu setelah perwakilan warga berkunjung ke rumah Hadi Mustofa, anggota DPRD empat periode dari Partai Demokrat.
Para petani mengadu ke Ketua DPC Demokrat itu karena dianggap wakil rakyat dari Dapil-nya.
"Iya, kami kenal baik dengan mereka. Kami jelaskan, agar membuat surat pengaduhan ke gedung dewan saja, nanti biar kami selesaikan bersama anggota komisi," tutur Gus Top sapaannya di Kecamatan Pakis, Minggu (9/2/2025).
Gus Top bisa menyadari apa yang dikeluhkan 4.000 petani itu karena sumber airnya di Sumberpitu dikuasai dua perusahaan air minum tanpa ada batas.
"Makanya, itu harus dicarikan solusi, agar warga tak gagal panen terus" terang Gus Top.
"Sebaliknya, batas pengambilan air oleh PDAM Kota dan Kabupaten Malang, ya jangan seenaknya begitu kasihan petani," pungkas Gus Top.
Jeritan Petani
Sebanyak 4000 petani di Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mengelola sawah seluas sekitar 950 hektare (Ha).
Nasib mereka saat ini bisa dibaratkan seperti ayam mati di lumbung padi, karena memiliki sumber mata air di desanya, namun malah kekurangan air.
Itu karena beberapa sumber mata air, salah satunya Sumberpitu yang ada di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang dieksplotasi tanpa batas alias ugal-ugalan oleh dua perusahaan daerah air minum.
Sumberpitu
Kecamatan Tumpang
Kecamatan Pakis
Kabupaten Malang
Perumda Tugu Tirta
Perumda Tirta Kanjuruhan
Kota Malang
perusahaan air minum
petani kekurangan air
Prabowo Subianto
suryamalang
'Ayah Pamit Ya Nak' Suami Lisa Mariana Diduga Pergi Rumah Tangga Retak, CA Nangis Gak Mau Ditinggal |
![]() |
---|
Perjuangkan Proyek Tol Kepanjen, Bupati Sanusi Bertemu Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenkominfra |
![]() |
---|
Bukti Pelanggaran di Kafe Nenek Endang Klaten Putar Liga Inggris, Vidio Tegas Denda Rp115 Juta |
![]() |
---|
Terlihat Sejak Awal Azizah Salsha Ngaku Tak Mau Nikah Muda Anti Diatur-atur Ayah Bantah Perjodohan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025, Hujan-Berawan Dingin 16-17°C |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.