Senin, 27 April 2026

Sejumlah Catatan Tentang Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Malang

PMII Kota Malang menyoroti beberapa hal yang perlu dikoreksi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
CATATAN TENTANG MBG - Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur, Yatimul Ainun, memaparkan sejumlah fakta yang menurutnya tidak boleh diabaikan oleh pemerintah dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang menyoroti beberapa hal yang perlu dikoreksi dari pelaksanaan program MBG. 

"Jadi tidak hanya dalam konteks petani, UMKM juga. Petani bisa juga memiliki pekerjaan di UMKM. Ini tolong bisa dilihat."

"Setidaknya asosiasi barangkali bisa diajak ngobrol. Terpenting jangan sampai mematikan hajat hidup yang sudah eksisting hari ini."

"UMKM saat pandemi sangat membantu, tapi jangan sampai kekhawatiran bangkrut itu muncul," paparnya.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur, Yatimul Ainun memaparkan sejumlah fakta yang menurutnya tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.

Fakta-fakta yang ia jelaskan antara lain dampak program makan bergizi gratis terhadap pedagang kantin di sekolah.

"Tidak sampai tutup, tapi menurun drastis. Ini harus diperhatikan dampaknya," ujarnya.

Pun para pelaku UMKM yang menurutnya masih belum banyak terlibat. Para pelaku UMKM kalah modal dengan pengusaha lain sehingga mereka tidak bisa bersaing.

Padahal, selama ini para pelaku UMKM atau mitra yang berada di lingkungan sekolah telah menjadi jujugan para siswa.

Di sisi lain, Ainun juga menyoroti waktu belajar yang banyak termakan karena proses makan menghabiskan cukup banyak waktu.

Menurut Ainun, mulai dari proses makanan datang hingga selesai makan, ada waktu belajar yang terkuras selama sejam. Kondisi makanan yang tidak segar juga disoroti oleh Ainun.

"Dari sejumlah pemberitaan di media, ini terbukti fakta-fakta itu di lapangan. Kolaborasi yang terjadi antara pemerintah dan pelaku UMKM dapat menciptakan sebuah model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved