Selasa, 21 April 2026

Hikmah Ramadan

Bulan yang Dinanti Itu Kini Telah Tiba

Rasanya bukan tanpa alasan, bila kita sangat berharap berjumpa dengan Bulan Ramadhan, suatu bulan yang memiliki berbagai keutamaan

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Dr. Alwi, M.Hum , Ketua Komisi Pemberdayaan Dana Umat MUI Jawa Timur 

b.     I’tikaf ( berdiam ) di masjid, amalan sederhana , namun memiliki nilai dan keutamaan besar, terlebih bila dikerjakan pada Bulan Ramadhan. Sebagaimana Riwayat imam Bukhari dan imam Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar, nabi bersabda :

 كان يعتكف في العشر الأواخر من رمضان. رواه البخاري ومسلم 

Sungguh nabi melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan

c.      Kepekaan sosial, memiliki kepekaan sosial dan membantu meringankan beban sesama adalah amalan terpuji yang tidak mengenal waktu dan tempat, dapat dilakukan kapan dan di mana saja, namun kepekaan sosial yang dilakukan di Bulan Ramadhan, sungguh memiliki nilai lebih dibanding bulan bulan lainnya.

Pada Bulan Ramadhan, prilaku kedermawanan nabi sungguh sangat luar biasa.

Hal ini dapat kita kethui dari riwayat imam Bukhari dan imam Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Abbas, dia berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان 

Nabi adalah orang yang dikenal paling dermawan disbanding manusia yang lain, namun pada Bulan Ramadhan, kedermawanan beliau lebih meningkat lagi.

Kedermawanan dan kepekaan sosial pada Bulan Ramadhan ini dapat pula diwujudkan dengan memberi makan ( sembako ) yang merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan dalam kehidupan, sebagaimana Riwayat imam at Tirmidzi dan imam Ibnu Majah, dari sahabat Zaid bin Khalid al Juhni, nabi bersabda :

 مَن فطَّر صائماً كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء. 

Barang siapa memberi buka orang yang berpuasa, maka baginya  pahala (  sejumlah orang yang diberi ) tanpa mengurangi pahala puasa mereka.

d.     Melaksanakan umroh, melaksanakan umroh di bulan Ramadhan sungguh merupakan amalan yang memiliki kelipatan keutamaan disbanding bila dikerjakan di luar Ramadhan, sebagaimana hadits Riwayat imam Ibnu Majah, nabi bersabda :

عمرة فى رمضان تعدل حجة

Umroh di Bulan Ramadhan ( nilai pahalanya ) menyamai ibadah haji

 

e.     Menjauhi / meninggalkan perbuatan dan ucapan yang dilarang agama, sebagaimana riwayat imam Bukhari dari sahabat Abi Hurairah, nabi bersabda :

مَن لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan haram, maka Allah tidak butuh rasa lapar dan haus yang ditahannya (saat berpuasa).


 

  

Sumber: SuryaMalang
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved