Hikmah Ramadan
Berpuasa, Media Sosial dan Bertapa
Dalam beberapa Hadits, Allah menegaskan bahwa Puasa adalah untukNYA, dan pahalanya langsung dari Allah.
Oleh: H.M.Sururi, Ketua Komisi Infokom MUI Jatim
Semua ibadah manusia mayoritas bisa dilihat pengerjaannya. Misalnya ketika orang Shalat, orang lain bisa melihatnya, paling tidak diri sendiri bisa melihat, apakah rukun-rukunnya dijalankan dengan benar atau tidak.
Demikian pula haji, sedekah, membaca Al Qur'an atau lainnya. Hampir semua ibadah ada celah untuk dipamerkan. Namun tidak dengan puasa.
Kegiatan manusia modern hari ini, sudah demikian tergantung dan intim dengan media sosial.
Apapun kegiatan manusia bisa dipamerkan melalui media sosial.
Saya yakin, mayoritas penduduk dunia sudah memiliki akun media sosial.
Melalui itu, mereka menunjukkan aktivitas yang dilakukan.
Bahkan ada yang saking kuatnya dengan dunia media sosial, hampir tak ada batas ruang pribadi dan sosial.
Seseorang bisa mengumbar urusan rumah tangga di media sosial.
Bagi yang jatuh cinta, perjalanan cintanya juga ditampilkan di media sosialnya. Ada yang kegiatan mulai bangun tidur sampai tidur lagi juga dimedsoskan.
Bisa melalui story di Instagram, status di WA atau di Facebook.
Orang juga berlomba-lomba menyampaikan ide-idenya melalui media sosial.
Ada pula menyampaikan nasehat-nasehatnya.
Bahkan ada pula yang marah-marah di media sosial.
Akhirnya media sosial menjadi saluran semua pemikiran, perasaan dan aktivitas ditumpahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/HMSururi-Ketua-Komisi-Infokom-MUI-Jatim.jpg)