Selasa, 14 April 2026

Kesehatan

Beras Hitam Kepanjen Malang Solusi bagi Penderita Kanker, Hasil Penelitian Guru Besar Unitomo

Saat rutin mengonsumsi beras hitam, rupanya penderita kanker tersebut tidak mengalami efek samping kemoterapi.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Yusron Naufal Putra
BERAS HITAM - Guru besar sekaligus dosen di Fakultas Pertanian Unitomo, Prof Dr Ir Fadjar Kurnia Hartati dalam konferensi pers di Hotel Oakwood Surabaya, Jumat (13/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Prof Fadjar mengungkapkan manfaat beras hitam untuk kesehatan, khusunya bagi penderita kanker 

Laporan : Yusron Naufal Putra 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Beras hitam sebagai salah satu komoditi pangan mengandung banyak manfaat termasuk diantaranya bagi kesehatan.

Melalui penelitian yang dikembangkan oleh guru besar Unitomo, Prof Dr Ir Fadjar Kurnia Hartati, beras hitam diketahui dapat membantu penderita kanker utamanya kanker payudara. 


Penelitian beras hitam telah dilakukan oleh Prof Fadjar sejak tahun 2017.

Berbekal beras hitam yang ia ambil dari Kepanjen Malang, penelitian yang dihasilkan tersebut saat ini telah dipatenkan atas namanya. 

"Beras hitam yang saya patenkan adalah beras hitam sebagai antioksidan dan penelitiannya juga sampai sebagai anti kanker," kata Prof Fadjar saat ditemui disela Uji Kompetensi Wartawan yang berlangsung di Hotel Oakwood Surabaya, Jumat (13/6/2025).

Ketertarikan Prof Fadjar untuk meneliti beras hitam lantaran banyak penderita kanker yang harus kemoterapi dan mengalami berbagai efek samping, seperti rambut rontok hingga kulit yang menghitam.

Namun berbeda halnya dengan beras hitam. Lantaran merupakan bahan pangan maka tidak memiliki efek samping bagi penderita kanker.

Dari penelitian yang dilakukan, beras hitam sangat bermanfaat untuk kanker payudara.

Prof Fadjar yang juga dosen di Fakultas Pertanian Unitomo ini juga telah membuktikan langsung kepada rekannya yang menderita kanker nasofaring atau kanker yang berkembang di bagian atas tenggorokan, tepatnya di belakang hidung dan diatas langit-langit mulut.

Saat rutin mengonsumsi beras hitam, rupanya penderita kanker tersebut tidak mengalami efek samping kemoterapi.

 "Tapi ingat, beras hitam itu bukan ketan hitam," ungkap Prof Fadjar.

Produk beras hitam hasil penelitian tersebut saat ini telah diperjualbelikan dengan nama N709.

Hanya saja, memang masih banyak dilakukan secara daring atau dijual di marketplace.

Dia mengklaim produk ini laku keras. Produk ini dibanderol dengan harga Rp 30 ribu perkilo.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved