Nur Masruro Minta Tolong Agar Anaknya yang Putus Sekolah Dibantu, Pemkot Malang Butuh Strategi

Wali Kota Malang: ATS bukan sekadar angka dalam statistik, akan tetapi tantangan nyata yang memerlukan solusi sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
FOTO DOK. SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ATS - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah), didampingi Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dan juru bicara Pansus PDRD, Indra Permana (kiri) memberikan keterangan pers setelah pelaksanaan paripurna, Rabu (11/6/2025). Pemkot Malang akan terus mengentaskan ATS melalui sejumlah program di masyarakat. 

Pada tahun itu, tercatat ada 5.555 Anak Tidak Sekolah.

"Karenanya dokumen perencanaan harus bersifat inklusif, responsif terhadap konteks sosial, dan menyertakan program-program strategis untuk mengakomodasi ATS kembali belajar," papar Wahyu.

Ia mengatakan, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat kembali bagi anak-anak yang pernah terputus dari pendidikan.

Wahyu meminta untuk tidak berhenti pada tahap pendataan dan diseminasi, tetapi melangkah lebih jauh seperti menyusun rencana aksi yang konkret, menyinergikan program, serta membangun ekosistem pendidikan yang memulihkan dan memberdayakan.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved