Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim Kampanyekan Diktisaintek Berdampak, Siap Dukung Sekolah Rakyat

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim Kampanyekan Diktisaintek Berdampak, Siap Dukung Sekolah Rakyat

Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
SEKOLAH RAKYAT - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM, saat berada di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tlogowaru, Kota Malang, Jumat (20/6/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM, mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Tlogowaru, Kota Malang, Jumat (20/6/2025).

"Sangat mendukung tentunya, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami dari pendidikan tinggi juga siap mendukung," terang Prof Dyah, sapaan akrabnya.

Ditanya terkait tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat, Guru Besar Ekonomi di Universitas Gajayana Malang itu bilang akan siap membantu.

"Tentunya kami siap membantu, banyak perguruan tinggi di Jatim yang ada pendidikannya. Tentunya kami selalu support," katanya.

Prof Dyah menjelaskan jika dirinya juga mengkampanyekan Diktisaintek Berdampak yakni gerakan yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan dampaknya.

"Ini sebagai untuk mewujudkan Asta Cita bapak Presiden, melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," jelasnya.

"Kita ingin memastikan bahwa riset pada akhirnya bisa memberikan dampak pada permasalahan yang ada di Industri, masyarakat dan pemerintah," tambahnya.

Dirinya berharap program penelitian dapat dimanfaatkan.

"Kami berharap program penelitian yang didorong ke arah hilir bisa betul-betul dimanfaatkan," harapnya.

Ia mencontohkan bahwa dibidang kesehatan dapat membantu masalah stunting.

"Kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting, dibidang kesehatan misalnya kita membantu pengentasan stunting di Jatim," urainya.

"Satu lagi misal ya, yang buat obat back to nature dari kesehatan mahasiswa dan dosen yang memproduksi adalah pabrik obat, itu kerennya luar biasa," tambahnya.

Prof Dyah mengatakan bahwa kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi untuk melakukan perubahan dan menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.

"Jadi betul-betul berkontribusi nyata dalam pendidikan tinggi untuk melakukan agent of change perubahan itu. Nah ini menjadi kekuatan kita untuk membangun bangsa ini," katanya.

Dirinya menyebut sudah ada 20 perguruan tinggi yang sudah menjalankan program ini.

"Sudah ada sample 20 perguruan tinggi di Jawa Timur yang menjalankan program ini. Kami harap dapat maksimal," tegasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved