Merger Sekolah Malang Raya

Strategi Sekolah Negeri Kota Malang Cari Murid Baru, Guru sampai Datangi Pertemuan PKK

Pada masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, SDN Jatimulyo 4, Kota Malang sudah menerima siswa baru.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/BENNI INDO
SISWA BARU - Dua pelajar berjalan menuju ruang kelas di SDN Jatimulyo 4, Kota Malang, Selasa (17/6). SDN Jatimulyo 4 baru menerima enam murid baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Orang tua siswa mulai melirik SDN Jatimulyo 4, Kota Malang. Pada masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, sekolah yang berada di Jalan Simbar Menjangan ini sudah menerima siswa baru.

SDN Jatimulyo 4 sempat kekurangan siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2024/2025. Awalnya SDN Jatimulyo 4 menerima satu murid baru. Karena tidak ada teman, satu-satunya pendaftar itu harus dipindah ke SDN Jatimulyo 1.

Namun pada tahun ajaran baru kali ini, SDN Jatimulyo 4 menerima enam siswa baru. Bagi guru senior SDN Jatimulyo 4, Diah Wresti Wulansari, pendaftaran enam siswa baru itu bukan sekadar momen biasa. Ini adalah bukti bahwa perjuangan belum sia-sia.

"Memang baru enam siswa yang terdaftar, tapi ini kemajuan besar bagi kami. Tahun lalu hanya satu anak yang masuk. Tapi karena tidak ada teman, akhirnya kami titipkan dia ke SDN Jatimulyo 1," kata Diah kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (17/6).

SDN Jatimulyo 4 sempat berada di ambang senyap. Tidak mudah bersaing dengan sekolah-sekolah lain di kawasan Jatimulyo yang padat institusi pendidikan. Apalagi, lingkungan sekitar sekolah lebih didominasi area kos dan hunian sementara.

Dengan semangat tak pernah padam, para guru menggencarkan branding dari 'pintu ke pintu'. Para guru menyusun strategi grassroots, yaitu mendatangi pertemuan PKK, koordinasi dengan RT dan RW, dan hadir dalam kegiatan masyarakat.

"Kami turun dan datang ke tempat ibu-ibu PKK berkumpul. Kami sampaikan keunggulan sekolah ini. Pak Lurah juga sangat mendukung," terang Diah.

Hasilnya, masyarakat mulai melirik kembali SDN Jatimulyo 4 yang menyimpan banyak potensi. Fasilitas sekolah pun sudah memadai, seperti ruang kelas nyaman, teknologi pendukung pembelajaran seperti 18 unit chromebook, sampai guru-guru bersertifikasi.

"Guru kami hampir 90 persen bersertifikasi. Kami punya pembelajaran IT, dan anak-anak diajarkan buat barcode sendiri. Anak-anak tidak tertinggal secara digital," urainya.

Karena murid hanya sedikit, perhatian guru lebih maksimal, dan pembinaan karakter lebih mendalam. Bahkan beberapa siswa SDN Jatimulyo 4 berhasil menorehkan prestasi.

"Saya memilih mengajar di sekolah kecil seperti ini karena bisa fokus. Prestasi kami juga tidak kaleng-kaleng. Kami bisa bersaing, dan kami bisa buktikan kualitas," ujar Diah.

SDN Jatimulyo 4 perlahan bertransformasi dari sekolah yang sempat 'sunyi' menjadi sekolah yang bersuara kembali. Optimisme menyala di wajah para guru dan harapan tumbuh di mata para orang tua murid yang telah memercayakan anaknya.

"Kami sudah susun strategi untuk tahun depan. Kami tidak mau berhenti di sini," imbuhnya.

Jumain mengaku senang bisa menyekolahkan anaknya di SDN Jatimulyo 4. Saat ini putrinya sedang duduk di bangku kelas 4. Menurutnya, sang putri sempat menjadi korban perundungan di sekolah sebelumnya.

"Anak saya pindahan dari sekolah lain. Di sekolah ini, dia menjadi cerita. Dia bisa berbaur dengan teman-temannya," kata Jumain.

Jumain mengaku dulu sekolah di SDN Jatimulyo 1. Menurutnya, dulu SDN Jatimulyo 4 lebih ramai dibandingkan SDN Jatimulyo 1. Namun sekarang kondisinya berbalik.

"Dinamikanya memang seperti itu. Tapi bagi saya, anak saya merasa aman dan senang belajar di sini," ujarnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved