Merger Sekolah Malang Raya

SD Negeri Kekurangan Siswa, Dinas Pendidikan Kota Malang Tak Mau Buru-buru Merger Sekolah

Sejumlah SD negeri masih kekurangan siswa pada masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
ILUSTRASI - Siswa berbaris memasuki ruang kelas di SDN Kebonsari 03, Kota Malang beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sekolah negeri bersaing untuk mencari siswa baru. Sejumlah SD negeri masih kekurangan siswa pada masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Seperti SDN Jatimulyo 4 yang sering kekurangan siswa setiap tahun. Tahun lalu, SDN Jatimulyo 4 hanya menerima satu siswa baru. Karena tersebut tidak ada teman, siswa baru tersebut harus dipindah ke SDN Jatimulyo 1.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana mengatakan awalnya hanya ada dua pendaftar yang masuk ke SDN Jatimulyo 4.

"Sekarang sudah bertambah, dan kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah," kata Suwarjana kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/6).

Pemkot Malang tidak mau gegabah menggabungkan atau merger SD negeri yang kekurangan siswa. Disdikbud memiliki alasan sehingga tidak mau menggabungkan siswa yang kekurangan siswa.

"Kalau sekolah itu kosong dan tidak ada muridnya selama dua tahun, itu yang kemungkinan kami merger. Tapi sejauh ini belum ada sekolah yang kosong selama dua tahun, makannya kami tidak mau gegabah untuk merger sekolah," tambahnya.

Disdikbud Kota Malang juga mengizinkan sekolah yang kekurangan siswa untuk membuka pendaftaran offline. Bila pendaftaran online telah tutup, SD negeri yang masih memiliki pagu bisa membuka pendaftaran offline. Wali murid bisa langsung datang ke sekolah untuk mendaftarkan putra-putrinya secara langsung di sekolah.

"Untuk sekolah yang kekurangan murid bisa membuka pendaftaran sampai pagu terpenuhi. Istilahnya pendaftaran secara offline. Jadi kalau ada sekolah yang masih memiliki kuota siswa baru, orang tua bisa langsung cepat-cepat datang ke sekolah. Kami tidak mungkin membuka jalur pendaftaran melalui online lagi," imbuhnya.

Fenomena kekurangan murid di sejumlah SD negeri menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Anggota DPRD Kota Malang, Suyadi menilai situasi ini merupakan dinamika alami yang dipicu oleh perubahan paradigma orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya.

"Merger sekolah itu bukan sesuatu yang direncanakan, tapi terjadi karena kondisi alamiah," kata Suyadi, Senin (16/6).

Saat beberapa sekolah negeri kekurangan murid, justru sekolah swasta semakin diminati. "Banyak sekolah swasta yang penuh sejak beberapa bulan lalu. Sekarang orang tua tidak lagi fokus pada biaya, tapi pada apa yang akan didapat anaknya di sekolah. Itu sebabnya banyak yang memilih sekolah swasta," ujar Suyadi.

Menurutnya, persoalan seperti ini bukan berarti sekolah negeri kalah bersaing. Namun, masyarakat kini memiliki pertimbangan baru dalam memilih lembaga pendidikan.

"Seharusnya pemerintah menangkap sinyal ini. Kenapa SD negeri tidak menarik? Apakah karena fasilitas, sarana prasarana, atau kualitas gurunya? Ini yang perlu dicermati," terangnya.(Rifky Edgar/Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved